Mengenal Anna Wintour, Sosok Berpengaruh di Balik Dunia Fesyen Global
Selasa, 05 Mei 2026, 14:45 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Anna Wintour dikenal sebagai pemimpin redaksi Vogue Amerika, sebuah majalah mode dan gaya hidup. Dengan tampilan khasnya dari gaya rambut pageboy bob dan kacamata hitam, Wintour secara luas dianggap oleh pers dan di antara rekan-rekannya sebagai juara gaya dan kecantikan.
Kontribusi signifikan Wintour di bidang fesyen dalam skala global telah memberinya banyak tonggak karier. Salah satu pencapaiannya adalah penunjukannya sebagai direktur artistik Conde Nast pada 2013 yang memberinya tanggung jawab lebih besar untuk mengelola arah visual publikasi Vogue.
Ket. Foto: Anna Wintour — Sumber: Istimewa
Dia dikaitkan dengan Metropolitan Museum of Art sebagai salah satu wali yang telah mengumpulkan dana secara teratur untuk Costume Institute. Selain itu dana CFDA/Vogue dimulai olehnya untuk membantu perancang busana yang tidak dikenal.
Prestasi terbarunya adalah ia diangkat menjadi Dame Commander of the Order of the British Empire oleh Ratu Elizabeth II selama Penghargaan Tahun Baru 2017.
Perjalanannya dalam jurnalisme mode dimulai di Inggris ketika dia bekerja dengan dua majalah Inggris. Dia kemudian pindah ke AS dan bekerja di publikasi seperti Harper's Bazaar, Viva, New York, dan House & Garden.
Kemudian ia kembali ke Inggris untuk bergabung dengan Vogue Inggris. Pada tahun 1975, Wintour membuat keputusan penting untuk pindah ke New York City sebagai bagian dari rencananya untuk menjadi pemimpin redaksi American Vogue.
Dia secara bertahap mulai menarik perhatian eksekutif publikasi mode karena bakatnya yang luar biasa dalam menghasilkan pemotretan yang berpikiran maju dan berkolaborasi dengan fotografer, penata rias, dan penata rambut terbaik.
Hingga akhirnya ia menjadi pemimpin redaksi majalah itu pada Juli 1988. Dia memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali majalah Vogue yang sedang berjuang saat itu.
Di bawah kepemimpinannya perubahan itu segera terlihat dalam edisi pertamanya sebagai editor dengan sampul November 1988 yang menampilkan seorang model yang mengenakan jaket berhias haute couture yang sangat mahal dan dipasangkan dengan celana jeans denim yang relatif terjangkau.
Sejak itu, Vogue telah menegaskan kembali statusnya sebagai pelopor dengan menampilkan editorial fesyen yang mengesankan dan esai serta artikel yang patut diperhatikan, di mana tidak ada yang akan dicetak kecuali jika melewati standar Wintour yang sangat ketat.
Selain itu Vogue juga menampilkan serta memperjuangkan karya desainer muda dan baru sebagai cara untuk memperkenalkan pembaca majalah generasi baru.
Tampaknya karier Wintour yang tak terelakkan sebagai jurnalis mode sudah ada dalam darahnya, mengingat ayahnya adalah editor Evening Standard. Ayahnya menyatakan kepadanya bahwa suatu hari dia akan menjadi editor Vogue.
Bertekad untuk membuat ramalan ayahnya menjadi kenyataan, Wintour melamar pekerjaan yang berhubungan dengan mode setelah putus sekolah dan memulai sebagai asisten editorial untuk beberapa majalah di London.
ANNA WINTOUR MUNDUR DARI VOGUE AMERIKA
Dalam perkembangan terbaru di dunia media dan mode global, Anna Wintour resmi mundur dari jabatan Editor-in-Chief Vogue Amerika Serikat pada Juni 2025 setelah hampir empat dekade memimpin majalah tersebut.
Keputusan ini menandai berakhirnya era panjang kepemimpinannya di Vogue US, yang telah ia pimpin sejak 1988. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai sosok yang mengubah Vogue menjadi majalah mode paling berpengaruh di dunia.
Keputusan mundur ini juga merupakan bagian dari restrukturisasi internal perusahaan, di mana peran editor-in-chief Vogue Amerika digantikan oleh struktur editorial baru yang lebih modern dan terpusat.
Dengan demikian, meski tidak lagi memimpin Vogue secara langsung di tingkat Amerika Serikat, pengaruh Anna Wintour dalam industri mode global tetap sangat besar dan masih berlanjut hingga saat ini.