Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Seblak bagi Wanita, Jangan Abaikan Dampaknya bagi Kesehatan

Senin, 20 Jul 2026, 18:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seblak menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama di kalangan wanita.

Cita rasanya yang gurih, pedas, dan kaya akan beragam topping seperti kerupuk, bakso, sosis, ceker, mi, hingga telur membuat hidangan ini sulit ditolak.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@bandunginfra

Meski nikmat disantap sebagai camilan maupun makanan utama, mengonsumsi seblak terlalu sering ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak kurang baik bagi kesehatan.

Salah satu bahan utama seblak adalah kerupuk yang telah direndam lalu dimasak bersama bumbu. Kerupuk umumnya dibuat dari tepung tapioka yang tinggi karbohidrat sederhana, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral.

Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi asupan sayur serta protein yang cukup, pola makan menjadi kurang seimbang dan berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Gangguan Pencernaan

Selain itu, seblak identik dengan cita rasa pedas karena penggunaan cabai dalam jumlah banyak. Bagi sebagian wanita, konsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan.

Keluhan seperti nyeri lambung, perut terasa panas, diare, hingga naiknya asam lambung lebih mudah muncul, terutama pada mereka yang memiliki riwayat maag atau penyakit refluks asam lambung (GERD).

Tidak hanya pedas, seblak juga sering menggunakan penyedap rasa, garam, dan aneka makanan olahan seperti sosis, bakso instan, atau otak-otak.

Kandungan natrium yang tinggi dari bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi apabila dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.

Asupan garam berlebihan juga dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga menimbulkan rasa kembung.

Banyak penjual seblak juga menawarkan tambahan topping yang digoreng atau telah melalui proses pengolahan. Makanan olahan umumnya mengandung lemak jenuh dan bahan tambahan pangan dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan bahan segar.

Jika terlalu sering dikonsumsi, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk kolesterol tinggi dan obesitas.

Risiko Obesitas

Bagi wanita yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau menjaga kesehatan hormonal, konsumsi seblak secara berlebihan juga kurang dianjurkan.

Kalori dari kerupuk, mi, dan berbagai topping bisa meningkat cukup tinggi, terutama jika porsinya besar. Bila tidak diimbangi aktivitas fisik yang memadai, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh.

Meski demikian, bukan berarti seblak harus dihindari sepenuhnya. Makanan ini masih dapat dinikmati sesekali dengan beberapa penyesuaian.

Misalnya, mengurangi tingkat kepedasan, memperbanyak sayuran, memilih sumber protein seperti telur atau ayam tanpa lemak, serta membatasi penggunaan topping olahan tinggi natrium.

Kunci utama menjaga kesehatan bukan terletak pada larangan mengonsumsi satu jenis makanan, melainkan pada frekuensi dan porsinya.

Dengan menerapkan pola makan yang beragam, bergizi seimbang, serta membatasi konsumsi seblak hanya sesekali, wanita tetap dapat menikmati hidangan favoritnya tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.*

  • Bahaya Makan Seblak Setiap Hari

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.