Film Michael Dihujani Kritik, Tapi Akting Jaafar Jackson Malah Banjir Pujian, Ini Alasannya!

Ket. Jaafar Jackson

Doc: today.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Film biopik Michael (2026) tengah menjadi perbincangan hangat sejak perilisannya. Disutradarai oleh Antoine Fuqua, film ini mengangkat perjalanan hidup sang Raja Pop, Michael Jackson. Namun, alih-alih mendapat sambutan merata, film ini justru menuai kritik tajam, terutama dari situs ulasan seperti Rotten Tomatoes.

Meski begitu, satu hal yang justru mencuri perhatian adalah performa pemeran utamanya, Jaafar Jackson. Ia berhasil mendapatkan banyak pujian, bahkan dari para kritikus yang memberikan penilaian negatif terhadap filmnya secara keseluruhan.

Jaafar Jackson, yang merupakan putra dari Jermaine Jackson, memang bukan nama asing di dunia hiburan. Lahir di Los Angeles pada 25 Juli 1996, ia tumbuh dalam keluarga yang lekat dengan dunia musik. Sejak kecil, Jaafar sudah terbiasa tampil di atas panggung dan mengeksplorasi bakatnya sebagai penyanyi dan penari.

Perannya sebagai Michael Jackson dalam film ini menjadi debut akting layar lebarnya setelah melalui proses seleksi panjang selama dua tahun. Bahkan, pemilihannya mendapat restu langsung dari Katherine Jackson, yang dikenal sebagai sosok penting dalam keluarga Jackson.

Sebelum menjajal dunia akting, Jaafar lebih dulu dikenal sebagai musisi. Ia kerap membawakan lagu-lagu dari legenda seperti Sam Cooke dan Marvin Gaye. Ia juga sempat merilis single bertajuk “Got Me Singing” pada 2019, yang menunjukkan keseriusannya di industri musik.

Menariknya, kritik terhadap film Michael sebagian besar justru tidak diarahkan pada akting Jaafar. Banyak ulasan menyebut bahwa kelemahan film terletak pada naskah dan alur cerita yang dinilai kurang mendalam dalam menggali sisi kompleks kehidupan sang ikon. Sementara itu, Jaafar justru dipuji karena mampu menghadirkan sosok Michael Jackson dengan sangat meyakinkan, baik dari segi gestur, vokal, hingga karisma panggung.

Beberapa kritikus bahkan menyebut penampilannya sebagai “penyelamat” film. Kemiripan fisik yang kuat ditambah kemampuan performatif yang solid membuatnya tampil menonjol di tengah berbagai kekurangan produksi.

Terlepas dari berbagai kritik yang menghampiri filmnya, nama Jaafar Jackson kini mulai diperhitungkan sebagai wajah baru di industri hiburan global. Debutnya ini bukan hanya menjadi langkah besar dalam kariernya, tetapi juga membuka peluang baru sebagai aktor yang mampu membawa peran ikonik dengan beban besar.

Dengan segala kontroversi dan pujian yang menyertainya, Michael (2026) tetap menjadi tontonan yang menarik, terutama untuk melihat bagaimana Jaafar Jackson menghidupkan kembali sosok legendaris di layar lebar.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN