JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pedangdut papan atas Dewi Perssik mendadak jadi korban hoaks kejam yang menyebut dirinya meninggal dunia. Bukan sekadar isu kecil, kabar palsu ini bahkan menyebar luas dan terorganisir di platform TikTok, membuat publik geger sekaligus geram.
Dewi Perssik, pelantun lagu Mimpi Manis tersebut mengungkap belasan hingga puluhan akun secara bersamaan menyiarkan kabar kematiannya melalui siaran langsung. Mereka menggunakan narasi duka lengkap dengan tulisan “Innalillahi wa innailaihi rojiun” serta ilustrasi yang seolah meyakinkan penonton kabar tersebut benar adanya.
Menurut pengakuan mantan istri Aldy Taher ini, pola penyebaran hoaks tersebut tidak terjadi sekali dua kali. Justru, konten serupa terus bermunculan hampir setiap hari, seakan menjadi format hiburan baru yang mengeksploitasi kabar kematian selebritas demi meraup perhatian.
Merasa tak tinggal diam, Dewi Perssik bahkan turun langsung menyelidiki. Ia nekat masuk ke dalam room live akun-akun tersebut untuk melihat bagaimana kabar palsu itu disebarkan. Namun alih-alih mendapatkan klarifikasi, ia justru dihadapkan pada respons mengejutkan.
“Aku masuk ke room mereka, tapi malah diketawain. Mereka bilang aku sudah mati,” ungkapnya dengan nada kesal.
Situasi ini semakin memprihatinkan ketika sebagian penonton justru mempercayai kabar tersebut, sementara yang lain menjadikannya bahan candaan. Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya hoaks bisa menyebar dan memengaruhi persepsi publik, terutama di era media sosial yang serba instan.
Tak hanya dirinya, Dewi Perssik juga menemukan korban hoaks serupa bukan cuma satu dua orang. Nama lain seperti Bunda Corla juga ikut terseret dalam narasi palsu yang sama, menunjukkan praktik ini sudah menjalar luas dan sistematis.
Geram dengan situasi yang semakin tidak terkendali, Dewi Perssik akhirnya mengambil langkah tegas. Ia mengaku sudah mengumpulkan berbagai bukti, mulai dari rekaman live, akun penyebar, hingga pola distribusi konten. Semua data tersebut akan diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.
Langkah ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pembuat konten yang sengaja menyebarkan informasi palsu demi sensasi. Di tengah era digital yang semakin terbuka, batas antara hiburan dan pelanggaran hukum kini semakin tipis.
Kasus yang menimpa Dewi Perssik menjadi cermin nyata hoaks bukan lagi sekadar kabar bohong biasa, melainkan bisa menjadi bentuk eksploitasi yang merugikan secara psikologis dan reputasi.
Rekomendasi juga buat kamu:
Pertanyaannya sekarang, sampai kapan konten semacam ini akan terus dibiarkan viral?
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Dewi Perssik Dikabarkan Meninggal, Ini Faktanya! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!