Resmi Lulus, Pratama Arhan Kenang Sosok Ayah: “Sekarang Saya Sudah Sarjana…”

Ket. Wisuda Pratama Arhan

Doc: instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kebahagiaan tengah menyelimuti Pratama Arhan setelah resmi menyandang gelar sarjana. Namun, di balik momen membanggakan tersebut, tersimpan kisah haru yang begitu menyentuh hati. Wisuda yang seharusnya menjadi perayaan penuh suka cita justru diwarnai kerinduan mendalam terhadap sosok sang ayah tercinta.

Arhan resmi lulus dari Universitas Dian Nuswantoro setelah menjalani pendidikan di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, ia tetap mampu menuntaskan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, sebuah pencapaian yang tidak mudah untuk diraih.

Dalam momen wisuda tersebut, Arhan bahkan dipercaya untuk menyampaikan pidato. Di hadapan para wisudawan dan keluarga, ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya karena berhasil menyelesaikan pendidikan. Baginya, keberhasilan ini bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi juga bukti bahwa kerja keras dan komitmen bisa berjalan beriringan dengan karier di dunia olahraga.

Namun, suasana berubah menjadi haru ketika Arhan mulai mengenang sosok sang ayah. Ia mengingat sebuah pertanyaan sederhana yang dulu sering dilontarkan oleh ayahnya, yakni tentang kapan dirinya akan diwisuda. Pertanyaan itu kini akhirnya terjawab, meski dengan kenyataan yang begitu menyakitkan, sang ayah tidak bisa menyaksikan momen penting tersebut secara langsung.

Dengan suara penuh emosi, Arhan mengungkapkan bahwa kini ia telah berhasil menjadi sarjana, sesuatu yang dulu ingin ia tunjukkan kepada ayahnya. Kalimat sederhana itu justru menjadi bagian paling menyentuh dalam pidatonya, karena menggambarkan kerinduan yang begitu dalam.

Diketahui, ayah Arhan, Sutrisno bin Raji, telah meninggal dunia pada Desember 2025. Kepergian sang ayah meninggalkan luka yang mendalam, terlebih karena Arhan tidak bisa sepenuhnya berada di sisi keluarga saat itu akibat kesibukannya sebagai atlet.

Meski demikian, Arhan tetap berusaha mewujudkan harapan sang ayah. Bahkan, setelah lulus, ia sudah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan mengambil program magister. Hal ini menjadi bukti bahwa semangatnya untuk terus berkembang tidak berhenti sampai di sini.

Momen wisuda ini pun menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Bagi Arhan, ini adalah tentang menepati janji, membalas harapan orang tua, sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia. Di balik toga yang dikenakannya, tersimpan kisah tentang cinta, kehilangan, dan tekad yang akhirnya berbuah manis.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN