- Home
-
- Entertainment
-
- Usulan Geser Gerbong Wan...
Usulan Geser Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Diserbu Kritik: Nyawa Pria Jadi Taruhan?
Rabu, 29 Apr 2026, 10:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan publik.
Usulan mengenai reposisi gerbong khusus wanita yang disampaikannya justru memicu polemik luas, terutama di kalangan pengguna setia commuter line.
Tragedi tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirâSurabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Saat membesuk korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026), Arifah Fauzi mengemukakan gagasan untuk mengubah susunan rangkaian kereta demi meningkatkan keselamatan penumpang perempuan.
"Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan atau paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah Fauzi dalam keterangannya kepada media.
Ia menjelaskan, penempatan gerbong khusus wanita di bagian tengah bertujuan agar penumpang laki-laki berada di bagian depan dan belakang sebagai âpelindungâ jika terjadi benturan fatal.
"Jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut tidak mendapat respons positif. Di berbagai platform media sosial, banyak warganet melontarkan kritik tajam terhadap usulan tersebut.
Salah satu akun, @hadiologi, secara terbuka mempertanyakan logika di balik gagasan itu, baik dari sisi operasional maupun kemanusiaan.
"Bu menteri kok pemikirannya begitu ya bu? Setahu saya, kebijakan KAI memasang gerbong wanita di ujung rangkaian itu untuk memudahkan operasional dan pengamanan, dan kalau ditaruh di tengah rangkaian akan menyulitkan penyusunan karena rangkaian ada yang 8, 10, dan 12 gerbong," tulis akun tersebut dalam unggahan yang viral.
Kritik tersebut juga menyinggung potensi bias gender dalam kebijakan keselamatan publik.
"Dan lagipula, pemikiran Bu Arifah ini seolah 'melegitimasi' pemikiran 'Enggak apa-apa kalau cowok yang jadi korban kecelakaan, itu risiko cowok karena gerbongnya di ujung rangkaian'," imbuhnya.
Sentimen serupa juga muncul dari warganet lain yang menilai sang Menteri tidak memahami kondisi di lapangan.
"Ibu menteri saya yakin enggak pernah naik KRL juga, jadi buat apa dianalisa ocehan beliau sebenarnya. Tapi saya juga gregetan lihatnya," tulis seorang netizen dengan nada satir.
Ada pula komentar bernada sarkas, "Mungkin kalau ada laka, laki-laki yang harus menginggoy duluan, perempuan belakangan, kalau duduk perempuan duluan, laki-laki belakangan."
Dalam kecelakaan tersebut, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang lainnya mengalami luka-luka.
- KRL Bekasi Timur
- Menteri PPPA Arifah Fauzi
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.