Fakta Unik Gaun Lisa BLACKPINK di Coachella, Dibuat 500 Jam Hingga Sentuh Biaya Rp2,5 M

Doc: Instagram/@senikersku_id

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penampilan kejutan dari Lisa (Lalisa Manobal) di panggung Coachella 2026 pekan kedua menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian tahun ini.

Muncul tanpa banyak bocoran sebelumnya, Lisa langsung menghipnotis penonton saat bergabung dalam set milik Anyma, membawakan lagu terbarunya bertajuk Bad Angel.

Namun lebih dari sekadar musik, sorotan utama justru tertuju pada penampilannya yang terasa seperti perpaduan dunia nyata dan masa depan. Berikut beberpaa fakta menariknya seperti dilansir dari laman Instagram @/senikersku_id:

Karya Designer Dunia Selama 500 Jam

Gaun yang dikenakan Lisa bukanlah kostum panggung biasa. Karya tersebut dirancang oleh desainer avant-garde ternama asal Belanda, Iris van Herpen, yang dikenal dengan pendekatannya yang menggabungkan teknologi mutakhir dan seni haute couture.

Tidak tanggung-tanggung, proses pengerjaan gaun ini memakan waktu hingga 500 jam, melibatkan tujuh artisan berpengalaman yang mengerjakan setiap detail dengan presisi tinggi.

Teknik yang digunakan mencerminkan standar tertinggi dalam dunia fashion eksperimental. Struktur utama gaun dibentuk melalui teknologi laser-cut untuk menghasilkan potongan yang sangat presisi dan kompleks.

Handmade

Material yang digunakan pun berlapis metalik, menciptakan efek berkilau yang berubah-ubah mengikuti cahaya panggung.

Semua elemen tersebut kemudian dijahit tangan satu per satu di atas kain tulle transparan yang sangat halus, menghasilkan siluet yang tampak ringan namun penuh dimensi.

Berharga Rp2,5 M

Tidak mengherankan jika nilai gaun ini ditaksir mencapai Rp2,5 miliar. Namun harga tersebut terasa sepadan dengan dampak visual yang dihasilkan.

Saat Lisa melangkah di atas panggung, ia tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi seolah menjelma menjadi sosok “Cyber Angel” yang turun dari dunia digital ke realitas.

Efek ini semakin diperkuat oleh visual 3D raksasa khas Anyma yang mengelilingi panggung, menciptakan atmosfer imersif yang sulit dilupakan.

Rambut blonde Lisa yang dibiarkan terurai menambah kesan futuristik sekaligus etereal. Perpaduan antara styling, tata cahaya, dan desain kostum membuat keseluruhan penampilannya terasa seperti karakter dalam dunia kecerdasan buatan, sesuatu yang berada di antara manusia dan teknologi.

Momen ini menjadi bukti bahwa panggung musik global kini tidak hanya tentang suara, tetapi juga pengalaman visual yang menyeluruh.

Lisa berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghadirkan pertunjukan yang melampaui ekspektasi, menggabungkan seni, teknologi, dan performa dalam satu kesatuan yang harmonis.

Penampilan ini pun segera menjadi perbincangan luas di media sosial dan industri fashion, menegaskan posisinya sebagai ikon global yang tidak hanya berpengaruh di musik, tetapi juga dalam estetika dan inovasi visual masa depan.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN