Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Lecehkan Santri Sesama Jenis, Tegaskan Tidak Kabur ke Mesir

Ket. Syekh Ahmad Al Misry

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry akhirnya angkat bicara terkait laporan dugaan pelecehan seksual terhadap santri yang menyeret namanya. Klarifikasi tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @ahmad_almisry2.

Dalam pernyataannya, ia memberikan penjelasan menyeluruh terkait berbagai tuduhan yang beredar di publik.

1. Kronologi Keberadaan dan Status Hukum

Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa dirinya sudah berada di luar negeri saat isu tersebut mulai ramai diperbincangkan. Ia membantah anggapan bahwa dirinya sengaja melarikan diri untuk menghindari proses hukum.

"Ini klarifikasi saya kepada saudara kaum muslimin muslimat yang berada di Indonesia dan wilayah lainnya," kata Syekh Ahmad Al Misry.

"Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tangga 15 Maret 2026, dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," katanya menyambung.

Ia juga menjelaskan bahwa panggilan dari kepolisian diterimanya setelah berada di Mesir. "Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," imbuhnya.

Meski demikian, ia mengaku tetap bersikap kooperatif. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim khususnya para penyidik yang memberikan kesempatan menyampaikan kesaksian saya secara online," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa statusnya dalam kasus ini adalah sebagai saksi. "Dan alhamdulilah saya panggilan kepolisian ini sebagai saksi bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan atau disebarluaskan oleh banyak orang," ujarnya.

2. Bantahan Tuduhan Pelecehan

Dalam poin kedua, ia dengan tegas membantah seluruh tuduhan pelecehan terhadap santri. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

"Yang kedua, tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," katanya menegaskan.

Ia menyebut seluruh bukti telah diserahkan melalui kuasa hukumnya sebagai bentuk keseriusan menghadapi kasus ini.

3. Bantahan Tuduhan Fitnah Lainnya

Selain itu, ia juga menyoroti tuduhan lain yang dianggapnya sebagai fitnah serius, termasuk yang menyangkut ajaran agama.

"Yang terakhir tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim adalah fitnah terhadap Rasulullah Muhammad SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib," tuturnya.

Ia juga membantah narasi terkait pernyataannya tentang Imam Syafi’i. "Dan Imam Syafii bahwasannya beliau kalau masih ada di zaman sekarang bisa ikut menonton video yang tidak senonoh. Itu adalah fitnah dan dusta yang sangat kejam yang melukai hati kita sebagai muslim," katanya.

"Dan saya minta kepada ustaz yang menyebarkan informasi tersebut, demi Allah saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian dan ini adalah fitnah yang sangat kejam," imbuhnya.

Syekh Ahmad juga menyayangkan adanya pihak yang mengaku mengenalnya namun menyebarkan informasi tidak benar. "Dan banyak yang mengatakan bahwasanya mereka mengenal diri saya, mereka tahu karakter saya, orang-orang tersebut tidak pernah berjumpa dengan saya," katanya.

Ia menutup klarifikasinya dengan kritik terhadap pihak yang dinilai tidak melakukan tabayyun. "Disayangkan banyak dai-dai yang menyebarkan fitnah-fitnah tersebut tanpa tabayyun kepada saya padahal nomor kontak saya ada sama mereka," tuturnya.

Sebelumnya, kasus ini diungkap oleh Ustaz Abi Makki yang mengaku mewakili para korban. Ia menyebut adanya modus iming-iming pendidikan ke Mesir terhadap para santri.

Selain itu, Oki Setiana Dewi disebut turut mengangkat kasus ini setelah mewawancarai langsung korban.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN