Lee Cronin’s The Mummy Raup Rp231 Miliar di Minggu Pertama Tayang

Ket. Lee Cronin’s The Mummy

Doc: Warner Bros.Pictures

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Film Lee Cronin’s The Mummy mencuri perhatian pada minggu pertama penayangannya. Proyek ini berhasil menempati peringkat ketiga dengan total pendapatan tertinggi, berada di bawah The Super Mario Galaxy Movie dan Project Hail Mary.

Laporan dari Variety pada Minggu (19/4) menyebutkan bahwa film The Mummy versi Lee Cronin berhasil meraup US$13,5 juta atau setara Rp231 miliar sejak penayangan global perdananya pada 17 April 2026.

Film produksi Warner Bros. dan New Line Cinema ini menghabiskan biaya produksi sebesar US$22 juta (Rp377 miliar). Namun, Variety memprediksi pendapatan akhirnya akan jauh lebih rendah dibandingkan film Lee Cronin sebelumnya, Evil Dead Rise, yang sukses meraup US$150 juta (Rp2,57 triliun).

Para maestro film horor James Wan dan Jason Blum memproduksi The Mummy melalui rumah produksi mereka, Atomic Monster dan Blumhouse Productions. Proyek ini menjadi bagian dari rangkaian film monster mereka setelah The Invisible Man (2020) dan Wolf Man (2025).

Awalnya, film ini ditawarkan ke studio Universal Pictures, namun ditolak karena mereka juga tengah mengembangkan versi The Mummy lain bersama Brendan Fraser dan Rachel Weisz. Penggunaan nama Lee Cronin dalam judul film ini dilakukan untuk membedakan dengan waralaba ikonis milik studio tersebut.

Di sisi lain, The Super Mario Galaxy Movie meraih US$35 juta pada minggu ini (Rp600 miliar) dan menambah total pendapatan global menjadi US$747,5 juta (Rp12,8 triliun). Film produksi Universal Pictures dan Illumination itu telah menjadi film terlaris tahun ini sejak dirilis pada 1 April.

Sementara itu, Project Hail Mary yang dirilis pada 8 April juga masih meraih popularitas. Film ini mengantongi US$20,5 juta (Rp352 miliar) di posisi kedua, dengan total pendapatan domestik mencapai US$285,1 juta (Rp4,89 triliun).

Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy

Lee Cronin’s The Mummy menceritakan sebuah keluarga yang hancur setelah putri kecil mereka, Katie (Natalie Grace), hilang tanpa jejak di gurun. Delapan tahun kemudian, keluarga tersebut dikejutkan oleh kepulangan Katie yang ditemukan dalam kondisi misterius.

Namun, kebahagiaan reuni tersebut berubah menjadi mimpi buruk. Katie tampak berbeda secara fisik maupun mental setelah ditemukan tersegel dalam sebuah sarkofagus berusia 3 ribu tahun.

Saat keluarga berusaha menerima kembali kehadirannya, mereka perlahan menyadari bahwa Katie telah menjadi wadah bagi kekuatan kuno yang jahat. Teror supranatural pun mulai menguasai rumah mereka.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN