Ekonomi Sulit, Clara Shinta Geram Alexander Assad Pilih VCS, Auto Gugat Cerai

Doc: Instagram/@clarashintareal

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pengakuan Clara Shinta terkait rumah tangganya kembali menyita perhatian publik.

Dalam pernyataan terbarunya, Clara mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap suaminya, Alexander Assad, yang diduga melakukan tindakan tidak pantas di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sedang sulit.

Clara menegaskan bahwa persoalan finansial bukanlah alasan utama dirinya memilih untuk mengakhiri pernikahan.

Ia justru merasa bahwa selama ini dirinya telah berusaha menerima keadaan, termasuk ketika kondisi ekonomi keluarga tidak stabil.

Baginya, kesetiaan dan saling menghargai jauh lebih penting dibandingkan situasi materi.

Dalam keterangannya, Clara menggambarkan bagaimana ia berusaha tetap bertahan dan mendukung suaminya dalam kondisi apa pun.

Ia mengaku tidak pernah menuntut hal berlebihan, bahkan ketika kebutuhan hidup terasa semakin berat. Sikap itu ia ambil sebagai bentuk komitmen dalam membangun rumah tangga.

Namun, luka yang ia rasakan muncul ketika mengetahui adanya dugaan tindakan asusila berupa video call seks (VCS) yang dilakukan sang suami.

Bagi Clara, hal tersebut bukan sekadar kesalahan biasa, melainkan bentuk pengkhianatan yang menghancurkan kepercayaan yang telah ia bangun selama ini.

“Yang saya sesali kenapa saya sampai bicara sedemikian pedasnya, karena saya sakit hati. Maksudnya gini loh, kenapa pada saat kesulitan ekonomi, saya tidak meminta apa-apa sebagai istri, saya menerima suami saya dalam keadaan apapun, kenapa ada tindakan asusila itu?” ungkap Clara.

Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa dalam rasa kecewa yang ia alami. Bagi Clara, kesetiaan seharusnya menjadi fondasi utama, terutama saat pasangan sedang menghadapi masa sulit bersama.

Ketika justru muncul tindakan yang dianggap melanggar komitmen, rasa sakit yang muncul menjadi berlipat.

Diketahui jika Clara Shinta resmi menggugat cerai suaminya, Alexander Assad, setelah rumah tangga mereka diterpa berbagai persoalan serius.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tekanan emosional.

Clara mengaku masih memiliki perasaan cinta, namun kepercayaan yang telah rusak membuatnya mantap berpisah. Sebagai ibu dua anak, ia juga memikirkan masa depan keluarganya.

Gugatan cerai tersebut telah didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Clara berharap mendapat kekuatan untuk melewati fase sulit ini, sekaligus membuka lembaran baru dalam hidupnya setelah konflik yang menguras perasaan dan pikiran.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN