Pembukaan Selat Hormuz Jadi Target Utama Negosiasi AS dengan Iran

Rabu, 08 Apr 2026, 09:05 WIB

WASHINGTON, KUCANTIK.COM - Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas utama Washington dalam negosiasi dengan Iran, kata Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (6/4).

“Saya katakan itu adalah prioritas yang sangat besar,” ujar Trump saat ditanya apakah pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut masuk dalam daftar konsesi yang diharapkan Washington dari Teheran sebagai bagian dari kesepakatan.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, sehingga mendorong kenaikan harga.

Harga minyak dunia meningkat menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk menyetujui tuntutan Amerika Serikat dan menyepakati gencatan senjata.

Sementara itu, pada Selasa (7/4) pukul 06.30 GMT (13.30 WIB), harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi sekitar 111,4 dollar AS (sekitar 1,95 juta rupiah) per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 2,7 persen menjadi 115,3 dollar AS per barel.

Trump sebelumnya menyatakan jika tidak tercapai kesepakatan hingga batas waktu tersebut, pasukan AS akan melancarkan serangan luas terhadap target-target sipil di Iran.

Ia juga mengeklaim bahwa militer AS mampu “menghancurkan” seluruh negara itu dalam satu malam.

“Seluruh negara itu bisa dihancurkan dalam satu malam, dan itu bisa terjadi besok malam,” katanya kepada wartawan.

Trump menetapkan tenggat hingga Selasa pukul 20.00 EDT (Rabu 07.00 WIB) dan memperingatkan bahwa infrastruktur seperti jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan “dihancurkan” jika tidak ada kesepakatan.

Sementara itu, militer Israel memperingatkan warga Iran untuk tidak menggunakan kereta api secara nasional pada Selasa serta menjauhi area di sekitar jalur rel.

Hak Eksklusif

Duta Besar Iran untuk Russia, Kazem Jalali mengatakan hak eksklusif untuk mengendalikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz harus diserahkan sepenuhnya kepada negara-negara pesisir.

Secara geografis, jalur pelayaran global yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman itu berbatasan langsung dengan Iran dan Oman, serta berdekatan dengan Uni Emirat Arab.

“Langkah pertama adalah menetapkan prinsip internasional bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah kendali eksklusif negara-negara pesisir,” kata Jalali kepada RIA Novosti, Senin.

Ia menuturkan Iran, seperti negara pesisir lainnya, harus memiliki hak untuk mengekspor minyak secara bebas melalui selat tersebut.

Ia memperingatkan jika hak itu tidak terpenuhi, maka tidak akan ada pihak manapun yang dapat mengekspor minyak melalui jalur tersebut.

Lebih lanjut, Jalali menyatakan kapal-kapal harus menggunakan nama geografis Teluk Persia agar diizinkan melintas.

Terkait kompensasi lintasan, ia mengusulkan adanya jaminan pembelian produk-produk Iran serta mekanisme pembayaran di luar skema sanksi. Saat ini, Parlemen Iran sedang menyusun sistem hukum baru untuk mengatur lalu lintas dan kedaulatan di Selat Hormuz.

Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran yang dimulai 28 Februari 2026.

Blokade Iran atas jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global itu telah mendorong kenaikan harga energi global.Ant/E-9

  • Konflik Timur Tengah

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.