Pinkan Mambo Nekat Ngamen di Jalan, Kenali Bahaya Serius Terlalu Lama Terpapar Sinar Matahari

Ket. Bahaya terpapar sinar matahari seperti Pinkan Mambo

Doc: Kolase foto TikTok

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena viral yang melibatkan Pinkan Mambo belakangan ini memunculkan kekhawatiran tersendiri. Ia terlihat mengamen di pinggir jalan saat cuaca sedang terik, tanpa perlindungan seperti topi atau payung.

Bahkan, dalam beberapa momen, ia melakukan atraksi ekstrem dengan tiduran di atas aspal yang panas. Aksi tersebut mungkin menarik perhatian publik, namun di balik itu tersimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Kulit Terbakar

Paparan sinar matahari berlebihan, terutama pada siang hari, dapat memberikan dampak serius bagi tubuh. Sinar ultraviolet (UV), khususnya UV-A dan UV-B, memiliki efek merusak pada kulit.

Dalam jangka pendek, seseorang bisa mengalami sunburn atau kulit terbakar, yang ditandai dengan kemerahan, perih, hingga melepuh. Jika kondisi ini terjadi berulang, risiko jangka panjang seperti penuaan dini dan bahkan kanker kulit bisa meningkat.

Dehidrasi

Tidak hanya kulit, paparan panas ekstrem juga memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Beraktivitas di bawah terik matahari tanpa perlindungan dapat menyebabkan dehidrasi.

Tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat, dan jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, seseorang bisa mengalami pusing, lemas, bahkan pingsan.

Dalam kondisi lebih serius, hal ini bisa berkembang menjadi heat exhaustion atau bahkan heat stroke, yaitu kondisi darurat medis yang ditandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi dan gangguan fungsi organ.

Risiko Heat Stroke

Aksi tiduran di atas aspal seperti yang dilakukan Pinkan Mambo juga menambah risiko lain. Aspal yang terpapar matahari dalam waktu lama dapat mencapai suhu yang sangat tinggi, bahkan bisa melebihi suhu udara sekitar.

Kontak langsung dengan permukaan panas ini dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, meskipun hanya dalam waktu singkat. Selain itu, panas dari aspal juga dapat mempercepat peningkatan suhu tubuh, memperparah risiko heat stroke.

Perlindungan sederhana sebenarnya dapat mengurangi risiko tersebut secara signifikan. Menggunakan topi, payung, atau pakaian yang menutupi kulit dapat membantu menghalangi paparan langsung sinar UV.

Penggunaan tabir surya juga penting untuk melindungi kulit, terutama jika harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Selain itu, menjaga hidrasi dengan minum air secara rutin menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di bawah terik matahari perlu dilakukan dengan bijak. Apa yang terlihat sebagai aksi hiburan atau perjuangan hidup di jalanan tetap harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan.

Tubuh memiliki batas toleransi terhadap panas, dan ketika batas itu terlampaui, dampaknya bisa jauh lebih serius daripada yang terlihat di permukaan.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN