Raja Charles Tidak Akan Bertemu Korban Epstein Saat Kunjungan ke AS, Ini Alasannya

Ket. Raja Charles dan Pangeran Andrew

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kunjungan kenegaraan Charles III ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pada akhir April 2026 menjadi sorotan publik. Salah satu isu yang menimbulkan perhatian adalah kepastian bahwa Raja Charles tidak akan mengadakan pertemuan dengan para korban kasus Jeffrey Epstein.

Keputusan ini dibuat dengan pertimbangan serius dari pihak istana. Menurut laporan Variety, pihak kerajaan khawatir bahwa pertemuan dengan para korban bisa memengaruhi proses hukum yang masih berjalan di Inggris terkait kasus Epstein.

Meskipun keputusan ini diambil dengan alasan hukum, hal tersebut sempat memicu desakan dari sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat.

Salah satu desakan datang dari Ro Khanna, tokoh progresif dari Partai Demokrat. Dalam surat terbuka yang disebarkan ke publik, Ro Khanna meminta agar Raja Charles bersedia bertemu langsung dengan para korban Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut penting agar para korban dapat menyampaikan pengalaman mereka secara langsung, sekaligus mendorong transparansi terkait jaringan Epstein.

Meski mendapat tekanan publik, pihak istana menegaskan bahwa pertemuan semacam itu belum memungkinkan saat ini. Alasan utamanya adalah kekhawatiran bahwa informasi yang muncul dari pertemuan tersebut bisa mengganggu atau memengaruhi jalannya proses hukum di Inggris.

Selama setahun terakhir, Raja Charles juga tidak lepas dari sorotan terkait kasus ini. Hal tersebut berkaitan dengan hubungan Epstein dengan adiknya, Pangeran Andrew. Andrew sendiri telah berulang kali membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Pada Oktober 2025, pihak istana sempat menyampaikan bahwa Raja Charles bersama Ratu Camilla memberikan simpati mendalam kepada para korban kekerasan dalam bentuk apa pun.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap korban tetap menjadi prioritas meskipun kontak langsung tidak dilakukan.

Kunjungan kenegaraan Raja Charles ke Amerika Serikat dikonfirmasi pada 31 Maret 2026. Meskipun jadwal lengkapnya belum diumumkan, Raja diperkirakan akan menyampaikan pidato di hadapan sidang gabungan Kongres AS.

Pihak istana menekankan bahwa meskipun tidak ada pertemuan langsung dengan para korban, perhatian terhadap kesejahteraan dan dukungan bagi korban kekerasan tetap menjadi fokus utama kerajaan Inggris.

Langkah ini menunjukkan upaya kerajaan menjaga keseimbangan antara diplomasi internasional dan kewaspadaan terhadap proses hukum yang masih berjalan di dalam negeri.

Dengan demikian, kunjungan Raja Charles tetap menjadi momen penting dalam hubungan Inggris-Amerika Serikat, sekaligus mengundang sorotan terkait sensitivitas kasus Epstein dan dampaknya terhadap keluarga kerajaan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN