Wardatina Mawa Terima Maaf Inara Rusli, Sindir Keras Pernikahan Siri Insanul Fahmi

Ket. Inara Rusli dan Wardatina Mawa.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konflik panas yang menyeret Inara Rusli, Insanul Fahmi, dan Wardatina Mawa akhirnya memasuki babak baru. Setelah menjadi sorotan publik selama berbulan-bulan, Wardatina Mawa mengungkapkan sudah mengetahui sekaligus menerima permintaan maaf yang disampaikan Inara Rusli.

Permintaan maaf muncul usai polemik panjang terkait pernikahan siri antara Inara dan Insanul mencuat ke permukaan. Namun, alih-alih dilakukan secara langsung, Inara memilih menyampaikannya melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Langkah ini sempat memicu kekecewaan, mengingat sebelumnya Mawa berharap adanya permintaan maaf secara tatap muka.

Meski tidak sesuai harapan, Mawa tetap menunjukkan sikap terbuka. Ia memilih menghargai itikad baik Inara yang akhirnya mengakui kesalahan. Baginya, pengakuan tersebut menjadi poin penting di tengah konflik yang sudah terlanjur meluas dan melibatkan banyak pihak.

Mawa menegaskan dirinya tidak terlalu mempermasalahkan detail penyampaian permintaan maaf tersebut. Yang terpenting, menurutnya, Inara menyadari tindakannya, terutama terkait pernikahan siri dengan suami orang lain adalah sebuah kesalahan.

Dalam video tersebut, Inara memang menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak, mulai dari ibunya, keluarga besar, hingga orang-orang terdekat lainnya. Ia juga menyampaikan penyesalan atas ucapan dan tindakan yang telah melukai banyak pihak. Permintaan maaf kepada Mawa dan Insanul sendiri disampaikan di bagian akhir video, bersamaan dengan ungkapan penyesalan atas konflik yang terjadi.

Namun, langkah Inara ini tidak sepenuhnya meredakan polemik. Sebagian publik menilai permintaan maaf tersebut kurang tulus karena tidak disampaikan secara langsung dan tidak secara spesifik menjelaskan kesalahan yang dilakukan sejak awal.

Pakar Ekspresi

Kritik juga datang dari Kirdi Putra, seorang pakar mikro ekspresi. Ia menilai bahwa permintaan maaf tersebut terkesan hanya formalitas dan lebih bertujuan untuk memperbaiki citra diri, terutama di momen menjelang hari besar seperti Idul Fitri.

Menurutnya, permintaan maaf yang tulus seharusnya menyebutkan secara jelas kepada siapa ditujukan dan apa kesalahan yang dilakukan. Dalam kasus ini, ia menilai unsur tersebut tidak terlihat secara kuat dalam penyampaian Inara.

Di balik polemik tersebut, publik kembali diingatkan pada awal mula konflik yang terjadi sejak November 2025. Saat itu, Mawa melaporkan dugaan perselingkuhan antara suaminya dan Inara ke pihak berwajib. Situasi semakin memanas setelah terungkap bahwa keduanya telah melangsungkan pernikahan siri tanpa sepengetahuan dan izin Mawa sebagai istri sah.

Merasa dikhianati, Mawa memilih menempuh jalur hukum dan tetap melanjutkan laporan yang telah diajukan. Bahkan, konflik ini berujung pada keputusan Mawa untuk menggugat cerai pada Februari 2026.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN