Jorok! Ini Dampak Jarang Cuci Sisir, Picu Ketombe hingga Infeksi Kulit Kepala

Ket. Ilustrasi sisir rambut.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah terpikir kapan terakhir kali kamu membersihkan sisir rambut? Jika jawabannya sudah lama atau bahkan belum pernah sama sekali, kebiasaan ini sebaiknya segera diubah. Meski terlihat sepele, sisir yang jarang dibersihkan ternyata bisa menjadi sumber berbagai masalah kesehatan rambut dan kulit kepala.

Banyak orang menganggap sisir tetap bersih karena hanya digunakan sendiri. Padahal, menurut hairstylist Shelly Aguirre dari Maxine Salon di Chicago, anggapan tersebut keliru. Sisir tidak hanya menampung helaian rambut yang rontok, tetapi juga menyimpan minyak alami dari kulit kepala, sisa produk styling, debu, hingga kotoran yang tak terlihat.

Jika dibiarkan menumpuk, berbagai kotoran tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, bahkan mikroorganisme lain. Yang lebih mengkhawatirkan, semua itu dapat kembali berpindah ke rambut yang sudah bersih setiap kali kamu menyisir.

Dampak Tidak Cuci Sisir

Dampaknya tidak main-main. Rambut bisa menjadi lebih cepat lepek, kulit kepala terasa berminyak, hingga memicu iritasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga berpotensi menyebabkan ketombe dan masalah kulit kepala lainnya yang lebih serius.

Selain menjaga kebersihan, rutin mencuci sisir juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan rambut. Trichologist William Gaunitz menjelaskan bahwa sisir yang bersih memiliki permukaan yang lebih halus, sehingga membantu proses menyisir menjadi lebih mudah dan mengurangi risiko rambut kusut atau patah.

Tak hanya itu, sisir yang bersih juga membantu mendistribusikan minyak alami atau sebum dari kulit kepala ke seluruh batang rambut. Proses ini penting untuk menjaga kelembapan alami rambut sehingga tetap sehat, lembut, dan tidak mudah kering.

Lebih jauh lagi, kebiasaan membersihkan sisir dapat mencegah penumpukan bakteri, jamur, hingga parasit yang berpotensi menyebabkan peradangan pada kulit kepala. Artinya, langkah sederhana ini sebenarnya memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan rambut secara keseluruhan.

Lalu, seberapa sering sisir harus dibersihkan? Idealnya, sisir dicuci setidaknya satu kali dalam seminggu. Namun, frekuensi ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika kamu sering menggunakan produk styling, memiliki kulit kepala berminyak, atau menggunakan sisir setiap hari, maka membersihkannya lebih sering sangat dianjurkan.

Untuk perawatan harian, setidaknya buang rambut yang menumpuk di sisir begitu jumlahnya mulai terlihat banyak. Hal kecil ini bisa membantu mengurangi penumpukan kotoran.

Cara membersihkannya pun cukup mudah. Lepaskan terlebih dahulu rambut yang tersangkut, lalu rendam sisir dalam air hangat yang telah dicampur sabun lembut selama 10 hingga 15 menit. Gunakan sabun tanpa pewangi, seperti sabun bayi atau sabun khusus kulit sensitif, agar tidak meninggalkan residu.

Setelah direndam, gosok perlahan untuk menghilangkan sisa kotoran, kemudian bilas hingga bersih. Terakhir, keringkan sisir secara alami dengan posisi menghadap ke bawah agar air tidak mengendap di bagian dalam.

Kebiasaan sederhana ini sering diabaikan, padahal dampaknya sangat besar. Mulai sekarang, jangan anggap remeh kebersihan sisir jika ingin rambut tetap sehat dan kulit kepala bebas masalah.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN