Paapa Essiedu Dikritik, Netizen Indonesia Justru Restui dr. Tirta Jadi Severus Snape

Doc: Instagram/@catatanfilm

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena unik kembali muncul dari jagat media sosial Indonesia. Kali ini, perhatian publik tertuju pada sosok dr. Tirta yang secara tak terduga difancast oleh netizen sebagai Severus Snape untuk serial Harry Potter versi HBO yang tengah dalam tahap pengembangan.

Tren ini bermula dari diskusi global mengenai keputusan casting Paapa Essiedu sebagai Snape. Pilihan tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar, terutama karena karakter Snape selama ini lekat dengan gambaran visual tertentu sejak era film sebelumnya.

Dalam diskursus yang sama, nama Adam Driver juga kerap disebut-sebut sebagai alternatif yang dianggap lebih mendekati ekspektasi sebagian fans dari sisi penampilan.

Di tengah perdebatan itu, netizen Indonesia justru menghadirkan sudut pandang yang lebih ringan dan menghibur. Melalui berbagai unggahan, meme, hingga editan foto, mereka membayangkan dr. Tirta sebagai Snape versi lokal.

Dengan gaya rambut khas, ekspresi serius, serta pembawaan yang tegas, sosok dokter sekaligus influencer ini dinilai memiliki “aura” yang secara tidak sengaja selaras dengan karakter profesor ramuan di Hogwarts tersebut.

Menariknya, respons dari dr. Tirta sendiri justru memperkuat viralitas tren ini. Alih-alih menanggapi dengan serius, ia merespons santai dan penuh humor. Dalam beberapa unggahan, ia terlihat ikut bercanda mengenai fancast tersebut, bahkan tampak menikmati kreativitas netizen yang mengedit wajahnya ke dalam adegan-adegan ikonik Snape.

Sikap ini membuat banyak orang semakin terhibur, sekaligus memperlihatkan bagaimana figur publik dapat berinteraksi secara cair dengan audiensnya di era digital.

Jika sebelumnya diskusi casting cenderung berlangsung serius dan terpolarisasi, kini netizen mampu mengubahnya menjadi ruang ekspresi kreatif yang lebih ringan.

Fancasting tidak lagi sekadar soal akurasi atau kesesuaian karakter, tetapi juga menjadi sarana hiburan kolektif yang melibatkan komunitas luas.

Di sisi lain, tren ini memperlihatkan bagaimana figur lokal bisa masuk ke dalam percakapan global dengan cara yang tidak terduga.

Tanpa ada kaitan langsung dengan industri film internasional, dr. Tirta justru berhasil menjadi bagian dari diskusi besar tentang serial Harry Potter yang akan datang. Hal ini menegaskan kekuatan media sosial dalam mengaburkan batas geografis dan budaya.

Pada akhirnya, “fancast” dr. Tirta sebagai Severus Snape mungkin tidak akan pernah terwujud secara nyata. Namun, fenomena ini sudah cukup membuktikan bahwa kreativitas netizen mampu menghadirkan hiburan segar di tengah perdebatan yang panas.

Dan bagi banyak orang, melihat respons santai dari sang dokter justru menjadi bagian paling menyenangkan dari keseluruhan cerita ini.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN