Industri Film China Hadirkan Bintang AI, Netizen Khawatirkan Masa Depan Aktor Manusia

Ket. Ilustrasi Aktor AI di Film China

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Industri hiburan China mulai memperkenalkan aktor-aktor berbasis kecerdasan buatan (AI) atau artificial intelligence. Salah satu perusahaan yang menampilkan pemeran AI adalah Youhug Media.

Pada Rabu (25/3), akun resmi Weibo Youhug Media membagikan unggahan yang memperkenalkan dua pemeran AI, yakni Qin Lingyue, karakter pria, dan Lin Xiyan, karakter wanita. Unggahan tersebut menggambarkan keduanya sebagai gelombang pertama bintang digital AI yang telah menandatangani kontrak resmi.

Dalam sebuah video yang diunggah, kedua pemeran AI tersebut menyatakan bahwa mereka telah membuka akun media sosial dan akan muncul dalam serial drama produksi Artificial Intelligence-Generated Content (AIGC) milik perusahaan.

Proyek Film AI oleh iQIYI

Selain itu, iQIYI, salah satu platform streaming terbesar di China, juga mengumumkan rencana untuk memproduksi film blockbuster komersial yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Melansir Global Times, pendiri iQIYI menyebut proyek ini bisa dimulai paling cepat tahun ini.

Langkah ini dianggap sebagai inovasi baru dalam industri hiburan, namun tidak lepas dari kontroversi. Kemunculan aktor berbasis AI memicu kekhawatiran masyarakat terkait pelanggaran hak cipta, etika industri, dan kelangsungan karier aktor manusia.

Beberapa warganet bahkan menilai aktor AI yang diperkenalkan Youhug Media tampak sangat mirip dengan aktor sungguhan.

Proses Pembuatan dan Legalitas

Dalam pembuatannya, aktor AI dibuat dengan mengolah data visual yang sudah ada untuk menciptakan tampilan realistis. AI mempelajari pola visual dan gerakan dari rekaman asli untuk meningkatkan resolusi dan keakuratan gerakan karakter digital.

Meski begitu, beberapa perusahaan media justru mengundang aktor sungguhan untuk memberikan izin agar kemiripan visual dan suara mereka bisa dijadikan versi digital. Aktor akan menerima biaya di muka dan berbagi pendapatan setelah serial ditayangkan, seperti diberitakan The Beijing News.

Namun, langkah ini masih menghadirkan risiko terkait pelanggaran hak pribadi. Menurut seorang pengacara dari firma hukum Beijing Yongqin, sistem otorisasi di China terkait aktor dan konten AI masih belum jelas, terutama mengenai ruang lingkup, batasan penggunaan, dan standar kompensasi.

Meski kontroversial, kehadiran aktor berbasis AI menjadi bukti nyata bahwa industri hiburan China mulai mengeksplorasi teknologi canggih untuk mengubah cara produksi film dan drama, sekaligus membuka diskusi tentang masa depan profesi aktor manusia di era digital.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN