Industri Modeling Terancam, David Gandy Bongkar Ancaman AI Bisa Hapus Model Manusia

Ket. David Gandy.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia fashion yang selama ini identik dengan gemerlap runway dan wajah-wajah ikonik kini menghadapi ancaman serius. David Gandy, salah satu supermodel pria paling berpengaruh, secara blak-blakan mengungkap kekhawatirannya, industri modeling bisa lenyap akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Dalam perbincangan David Gandy di podcast Man Made with Pete Wicks, ia mengaku pesimis terhadap masa depan profesi yang telah membesarkan namanya. Bahkan, ia secara tegas menyatakan tidak ingin kedua putrinya mengikuti jejaknya sebagai model. Alasannya cukup mengejutkan, ia percaya saat anak-anaknya dewasa nanti, industri modeling mungkin sudah tidak lagi eksis.

Menurut David Gandy, teknologi AI kini berkembang dengan kecepatan luar biasa dan menawarkan efisiensi yang sulit ditandingi manusia. Dari sisi bisnis, penggunaan model digital dinilai jauh lebih murah, fleksibel, dan praktis dibandingkan harus melibatkan model manusia dengan berbagai kebutuhan produksi yang kompleks. Faktor inilah yang membuatnya yakin banyak brand akan beralih ke solusi berbasis AI demi menekan biaya.

“Ini soal ekonomi dan strategi marketing. Bagaimana cara mengurangi pengeluaran, dan AI jelas memberikan jawabannya,” ungkapnya.

David Gandy menambahkan tanpa adanya regulasi yang jelas, pergeseran ini akan semakin sulit dibendung.

Kekhawatiran David Gandy bukan tanpa dasar. Saat ini, sejumlah brand fashion global mulai bereksperimen dengan model virtual untuk kampanye mereka. Visual yang dihasilkan AI semakin realistis, bahkan mampu meniru ekspresi, pose, hingga pencahayaan layaknya pemotretan profesional. Hal ini membuat peran model manusia perlahan mulai tergerus, terutama untuk kebutuhan komersial skala besar.

Padahal, perjalanan karier David Gandy sendiri menjadi bukti bagaimana seorang model bisa membawa perubahan besar dalam industri. Namanya melejit saat menjadi wajah kampanye parfum Light Blue Dolce & Gabbana dari Dolce & Gabbana, yang hingga kini masih dianggap ikonik.

Dengan citra maskulin yang kuat dan berbeda dari tren model pria bertubuh sangat kurus pada masanya, David Gandy berhasil mendefinisikan ulang standar estetika pria di dunia modeling. Ia membuka jalan bagi keberagaman bentuk tubuh dan karakter dalam industri fashion pria.

Sepanjang kariernya, ia telah menghiasi berbagai majalah ternama seperti Vogue dan GQ, sekaligus menjalin kerja sama dengan rumah mode kelas dunia. Tak hanya berhenti sebagai model, Gandy juga dikenal sebagai kolumnis, pengusaha, serta advokat gaya hidup pria modern.

Namun kini, bahkan sosok sebesar David Gandy pun merasa industri yang ia cintai berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, teknologi menawarkan kemudahan dan efisiensi. Di sisi lain, ada ancaman hilangnya sentuhan manusia yang selama ini menjadi ruh dari dunia modeling.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI akan masuk ke industri fashion, melainkan seberapa jauh teknologi ini akan menggantikan peran manusia. Jika prediksi David Gandy benar, masa depan modeling mungkin akan berubah drastis atau bahkan hilang sepenuhnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN