Deretan Kontroversi Chappell Roan, Dari Baju Minim di Grammy Hingga Isu Kasari Anak Pesepakbola Jorginho

Doc: Daily Mail

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kontroversi yang melingkupi Chappell Roan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bagaimana seorang bintang pop baru bisa dengan cepat menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena karya, tetapi juga sikap, gaya, dan dinamika di balik layar industri hiburan.

Berikut beberapa kontroversi Chappell Roan yang jadi pemberitaan:

Dari Panggung Grammy Awards 2026 ke Sorotan Publik

Penampilan Chappell Roan di ajang Grammy Awards 2026 menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan. Ia tampil dengan gaun burgundy transparan rancangan Mugler yang terinspirasi dari koleksi haute couture tahun 1998.

Busana tersebut menonjolkan detail berani, termasuk efek seperti tindik, punggung terbuka, serta tato temporer dipadukan dengan rambut bergaya putri duyung dan aksesoris emas.

Bagi sebagian penggemar dan pengamat mode, penampilan ini dianggap sebagai bentuk ekspresi artistik yang kuat dan penghormatan pada estetika klasik Mugler.

Namun di sisi lain, tidak sedikit yang menilai tampilannya terlalu provokatif untuk panggung penghargaan musik arus utama. Perdebatan ini menempatkan Roan di garis tipis antara inovasi artistik dan kontroversi publik.

Insiden di Brasil: Tuduhan yang Mengundang Reaksi

Kontroversi yang lebih sensitif muncul saat kunjungannya ke Brasil. Jorginho menuduh tim keamanan Roan menyebabkan putri tirinya yang masih berusia 11 tahun menangis di sebuah hotel di Sao Paulo. Insiden ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu kritik terhadap manajemen artis tersebut.

Roan sendiri menyatakan bahwa ia tidak mengetahui kejadian itu secara langsung. Meski demikian, publik tetap menyoroti tanggung jawab figur publik terhadap tim di sekitarnya, terutama ketika melibatkan anak-anak.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana tindakan pihak pendukung seorang artis tetap dapat berdampak besar pada citra sang bintang.

Sikap Tegas terhadap Paparazi di Paris

Di Paris, Roan kembali menjadi sorotan setelah terlihat bersikap tegas terhadap paparazi. Ia secara terbuka menunjukkan ketidaknyamanan terhadap praktik pengambilan gambar tanpa izin, bahkan dalam beberapa momen tampak menolak interaksi dengan fotografer.

Bagi sebagian pihak, sikap ini dianggap sebagai bentuk perlindungan diri yang wajar di tengah tekanan industri hiburan. Namun ada juga yang menilai reaksinya terlalu konfrontatif, mengingat paparazi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan selebritas.

Vokal Soal Privasi dan Kesehatan Mental

Di luar kontroversi eksternal, Roan juga dikenal vokal membicarakan privasi dan pengalaman pribadinya, termasuk perjuangannya dengan Bipolar disorder.

Ia menegaskan pentingnya batasan antara kehidupan publik dan pribadi, sebuah sikap yang semakin relevan di era media sosial.

Namun keterbukaan ini juga membawa konsekuensi: publik merasa lebih dekat, tetapi sekaligus lebih kritis. Setiap tindakan dan pernyataan Roan kerap dianalisis secara intens, menciptakan tekanan tambahan bagi dirinya sebagai figur publik.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN