Gaji UMR Menjerit! Harga Tempat Sampah di Rumah Tasya Farasya Bikin Iri

Doc: Instagram/@whattasyafarasya_wear

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah “real sultan” kerap digunakan warganet untuk menggambarkan gaya hidup yang benar-benar berada di level atas, bukan sekadar terlihat mewah di permukaan, tetapi juga menyentuh hal-hal kecil yang jarang terpikirkan. Baru-baru ini, label tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah unggahan yang menyorot isi rumah beauty influencer ternama, Tasya Farasya.

Melalui postingan yang dibagikan oleh akun di Instagram @whattasyafarasya_wear, perhatian publik justru tertuju pada sebuah benda sederhana, tempat sampah. Namun, alih-alih terlihat biasa, tempat sampah tersebut langsung memicu kehebohan karena harganya yang fantastis.

Produk Braned Harga Fantastis

Produk yang dimaksud adalah Bo Pedal Bin 60 liter dari brand asal Belanda, Brabantia. Tempat sampah ini dibanderol sekitar Rp4.560.000, angka yang bagi sebagian orang setara dengan biaya hidup selama berminggu-minggu, bahkan sebulan. Fakta inilah yang kemudian membuat banyak warganet menyebutnya sebagai salah satu contoh nyata “definisi real sultan”.

Meski terdengar mencengangkan, jika dilihat lebih jauh, produk ini memang dirancang bukan sekadar sebagai wadah sampah biasa. Bo Pedal Bin memiliki desain minimalis modern yang elegan, dilengkapi kaki penyangga yang membuatnya tampak seperti furnitur premium.

Sistem pedalnya dirancang halus dan senyap, memberikan pengalaman penggunaan yang nyaman sekaligus menjaga estetika ruangan tetap terjaga.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana konsep kemewahan telah bergeser. Jika dulu kemewahan identik dengan barang-barang besar seperti mobil atau properti, kini bahkan benda sehari-hari seperti tempat sampah pun bisa menjadi simbol status sosial. Dalam konteks ini, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga representasi gaya hidup dan selera pemiliknya.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian merasa takjub dan menganggap hal ini sebagai inspirasi gaya hidup modern yang memperhatikan detail hingga ke aspek terkecil. Namun, tidak sedikit pula yang merasa heran dan mempertanyakan nilai fungsional dari harga yang begitu tinggi untuk sebuah tempat sampah.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut, satu hal yang jelas, apa yang dianggap “mahal” atau “wajar” sangat bergantung pada perspektif dan kondisi masing-masing individu. Bagi kalangan tertentu, investasi pada desain dan kualitas adalah bagian dari kenyamanan hidup. Sementara bagi yang lain, fungsi tetap menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, kisah tempat sampah seharga jutaan rupiah di rumah Tasya Farasya ini bukan sekadar soal harga, tetapi juga tentang bagaimana standar hidup dan definisi kemewahan terus berkembang di era modern—di mana bahkan benda paling sederhana pun bisa menjadi simbol prestise.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN