5 Menu Lebaran yang Sebaiknya Dibatasi karena Tinggi Kolesterol

Ket. Opor Ayam

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perayaan Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat yang menggugah selera.

Mulai dari makanan berat hingga aneka kue kering, semuanya hadir untuk melengkapi momen kebersamaan saat Hari Raya Idulfitri.

Namun, di balik kelezatannya, sejumlah menu khas Lebaran ternyata mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi.

Konsumsi secara berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.

Agar tetap bisa menikmati hidangan tanpa rasa khawatir, penting untuk mengetahui jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi secara bijak.

Makanan Lebaran yang Mengandung Kolesterol

Berikut beberapa makanan khas Lebaran yang dikenal memiliki kandungan kolesterol cukup tinggi:

1. Opor Ayam

Opor ayam menjadi salah satu menu wajib saat Lebaran. Kuah santannya yang gurih memang menggoda selera.

Namun, kandungan lemak dari santan tergolong tinggi sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

2. Rendang

Hidangan khas berbahan dasar daging sapi ini juga dikenal kaya akan santan dan lemak.

Kombinasi santan dengan daging merah menjadikan rendang sebagai salah satu makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.

3. Kue Kering

Lebaran terasa kurang lengkap tanpa kehadiran kue kering seperti nastar, kastengel, atau putri salju.

Meski lezat, kue-kue ini umumnya dibuat dari mentega, gula, telur, dan keju yang tinggi kalori serta lemak. Konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan dan kolesterol.

4. Sambal Goreng Ati

Sambal goreng ati kerap menjadi pelengkap hidangan ketupat saat Lebaran.

Menu ini terbuat dari ati ayam atau sapi yang dimasak dengan santan, sehingga memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

5. Gulai dan Sayur Bersantan

Berbagai jenis gulai atau sayur bersantan seperti sayur labu juga sering disajikan saat Lebaran.

Meski memiliki cita rasa lezat, penggunaan santan yang dominan membuat hidangan ini tinggi lemak jenuh.

Mengonsumsi makanan khas Lebaran tetap diperbolehkan selama tidak berlebihan.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat disarankan menyeimbangkan asupan dengan sayur, buah, serta air putih yang cukup agar kondisi tubuh tetap terjaga selama perayaan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN