8 Amalan Sunah Idul Fitri: Ringan Dikerjakan, Besar Pahalanya!

Ket. Ilustrasi hari raya Idul Fitri.

Doc: freepik.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menyambut Idul Fitri 2026, setiap Muslim tentu ingin menyempurnakan ibadahnya dengan berbagai amalan sunah.

Meski terlihat sederhana, terdapat banyak amalan kecil berpahala besar yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, mulai dari mandi sunah hingga tradisi bersilaturahmi.

Menjalankan amalan ini tidak hanya menambah pundi pahala, tetapi juga memperkuat makna spiritual di hari kemenangan.

Simak panduan lengkap amalan ringan yang bisa Cantiks praktikkan agar Idul Fitri tahun ini lebih berkah dan bermakna.

1. Menjalankan Mandi Sunah

Mandi sunah Idul Fitri dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, termasuk mereka yang sedang berhalangan salat (haid/nifas) maupun yang tidak bisa hadir di lapangan.

Waktunya dimulai sejak tengah malam 1 Syawal, namun paling utama dilakukan setelah terbit fajar sebagai simbol kesiapan fisik dan batin menyambut hari yang suci.

2. Menyantap Hidangan Sebelum Salat Id

Berbeda dengan Iduladha, pada Idul Fitri kita disunahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat salat. Hal ini dilakukan untuk menegaskan bahwa hari tersebut diharamkan untuk berpuasa.

Rasulullah SAW mencontohkan dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil sebelum memulai prosesi ibadah.

3. Mengumandangkan dan Memperbanyak Takbir

Menghidupkan suasana Idul Fitri dengan takbir merupakan bentuk pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT. Takbir mulai dikumandangkan sejak matahari terbenam di malam terakhir Ramadan hingga menjelang dimulainya salat Id.

Amalan ini adalah wujud syukur atas kekuatan yang diberikan untuk menyelesaikan ibadah selama satu bulan penuh.

4. Menggunakan Pakaian dan Wewangian Terbaik

Idul Fitri adalah hari untuk menampakkan kebahagiaan. Umat Muslim dianjurkan berhias secukupnya dengan membersihkan diri, memotong kuku, menggunakan parfum (bagi laki-laki), dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki sebagai bentuk syiar kebahagiaan, selama tetap menjaga batasan syariat.

5. Berjalan Kaki Menuju Lokasi Salat

Jika kondisi fisik memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat salat Idul Fitri lebih diutamakan daripada menggunakan kendaraan. Setiap langkah kaki menuju tempat ibadah dihitung sebagai kebaikan dan merupakan bentuk kesungguhan dalam menjemput pahala di hari raya.

6. Mengambil Rute Berbeda Saat Pergi dan Pulang

Rasulullah SAW mengajarkan untuk melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan kembali dari tempat salat Id. Hikmah di baliknya adalah agar lebih banyak tempat yang menjadi saksi ibadah kita, sekaligus memperluas jangkauan silaturahmi dan penyebaran salam kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang jalan.

7. Mempererat Silaturahmi dan Saling Mendoakan

Mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan teman bukan sekadar tradisi budaya, melainkan amalan mulia. Momen ini menjadi sarana untuk menghapus kesalahpahaman, mempererat hubungan yang renggang, dan saling mendoakan keberkahan hidup agar hubungan persaudaraan semakin kuat.

8. Saling Memberi Ucapan Selamat dan Bersalaman

Memberikan ucapan selamat hari raya seperti "Taqabbalallahu minna wa minkum" atau "Mohon maaf lahir dan batin" adalah tradisi yang baik. Bersalaman saat bertemu juga dianjurkan karena dapat menggugurkan dosa-dosa kecil di antara sesama dan menebarkan energi positif di hari kemenangan.

Ibadah tidak selalu harus berat, melalui niat yang tulus dan langkah-langkah kecil di atas, kita bisa meraih keberkahan maksimal di hari raya.

Mari kita jaga semangat kemenangan ini dengan tetap istikamah dalam berbuat kebaikan kepada sesama. Selamat merayakan Idul Fitri, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN