Detik-Detik Tragis Wang Yefei Mengeluh Sakit Saat Livestreaming Sebelum Meninggal

Ket. Wang Yefei

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah tragis menimpa influencer wanita, Wang Yefei, yang meninggal dunia setelah mengeluh kesakitan saat sedang melakukan livestreaming.

Wang, yang dikenal dengan nama Kak Wang Zha, terlihat mengalami kesakitan di kepala dan batang lehernya dalam video yang kini viral di media sosial.

Wang Yefei, yang aktif sebagai influencer dan penjual online, memulai siaran langsung pada pukul 08.30 pagi. Ia memperagakan berbagai macam pakaian untuk penonton setia yang menantikan kontennya setiap hari.

Awalnya, livestreaming berjalan seperti biasa dengan Wang tersenyum dan berinteraksi dengan para penggemarnya. Namun, sekitar setengah jam kemudian, sesuatu yang mengkhawatirkan mulai terlihat. Wang memegangi kepala dan lehernya sambil mengerang kesakitan.

Detik-Detik Sebelum Kejadian

Dalam video tersebut, Wang berulang kali mengatakan, “Aku merasa tidak enak badan,” sambil meminta orang di sekitarnya untuk memijat leher dan bahunya.

Rasa sakit yang ia rasakan semakin parah sehingga ia memanggil temannya untuk segera menghubungi layanan ambulans di China. Selama proses itu, kamera dan livestreaming tetap menyala, memperlihatkan kondisi Wang yang semakin melemah.

Ia sempat memperingatkan orang-orang di sekitarnya bahwa ia mungkin akan pingsan. Tak lama setelah itu, siaran langsung terhenti.

Kondisi Medis dan Penyebab Kematian

Menurut laporan The Sun, Wang yang baru berusia 39 tahun dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ia mengalami pendarahan batang otak.

Teman-temannya mengungkapkan bahwa Wang sering bekerja lembur dan begadang demi mengembangkan bisnis online serta menghidupi keluarganya. Tekanan kerja dan jam tidur yang kurang diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatannya.

Pemakaman Wang Yefei

Pemakaman Wang Yefei telah digelar pada 11 Maret di Wujinshan, Yuci, Provinsi Shanxi. Kepergian Wang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan penggemarnya.

Insiden ini kembali menjadi pengingat akan risiko kesehatan yang bisa timbul akibat tekanan kerja berlebihan, terutama bagi para pekerja di industri digital dan media sosial yang sering menghadapi tuntutan konten nonstop.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN