Bude Wellness Klaim Herbal Sembuhkan TBC! Dokter Ungkap Bahaya Jika Langsung Percaya
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Media sosial kembali dihebohkan dengan perdebatan soal kesehatan setelah muncul klaim penyakit tuberkulosis atau TBC bisa dicegah dan diobati secara alami menggunakan tanaman herbal. Klaim tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun yang dikenal sebagai Bude Wellness di Instagram.
Dalam unggahan yang menjadi viral tersebut, akun Instagram Bude Wellness, @kynov_ menuliskan menurut riset ahli herbal, penyakit TBC bisa dicegah dan diobati secara alami dengan beberapa tanaman herbal.
"Menurut riset ahli herbal, Penyakit TBC bisa dicegah dan diobati melalui cara alami dgn (dengan) beberapa tanaman herbal," tulis Bude Wellness di akun Instagram pribadinya, @kynov_.
Pernyataan ini langsung menuai kritik dari kalangan medis karena dianggap tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Unggahan Bude Wellness tersebut kemudian mendapat sorotan dari dokter dan edukator kesehatan Dokter Adam Prabata.
Melalui akun X @AdamPrabata, ia secara tegas menyebut informasi tersebut sebagai sesuatu yang menyesatkan dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Dokter Adam Prabata memberikan penjelasan lengkap mengenai fakta medis di balik penyakit ini. Ia menegaskan tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Infeksi ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi dalam beberapa kasus juga dapat menyerang organ lain seperti usus, tulang, hingga otak.
Jika tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, TBC paru dapat berkembang menjadi penyakit yang sangat serius. Bahkan dalam kondisi tertentu, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berat hingga berujung pada kematian.
Karena itulah, penanganan TBC tidak bisa dilakukan sembarangan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Menurut penjelasan medis yang ada saat ini, pencegahan TBC yang terbukti efektif antara lain adalah penggunaan masker terutama pada lingkungan berisiko tinggi, memastikan ventilasi rumah yang baik agar sirkulasi udara lancar, serta vaksinasi yang sudah lama digunakan untuk membantu melindungi anak dari bentuk TBC berat.
Selain itu, ada pula terapi pencegahan TBC bagi individu yang memiliki risiko tinggi tertular, seperti orang yang tinggal serumah dengan pasien TB aktif.
"Terapi TB sendiri sudah ada regimen pengobatannya dengan kombinasi 4 obat dilanjutkan oleh 2 obat, durasinya 6 bulan atau lebih tergantung lokasi organ yang terkena TB. Bahkan sudah ada panduan terbaru WHO yang menyatakan bisa lebih cepat jadi 4 bulan," lanjutnya.
Yang menjadi sorotan utama dalam perdebatan ini adalah klaim herbal dapat mencegah atau menyembuhkan TBC. Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia hingga saat ini, belum ada tanaman herbal yang terbukti secara klinis mampu mencegah maupun mengobati penyakit tersebut.
Pengobatan TBC sendiri sudah memiliki protokol terapi yang jelas dan telah digunakan secara global.
Pasien biasanya menjalani pengobatan dengan kombinasi empat jenis obat pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan dua obat lanjutan.
Durasi pengobatan umumnya sekitar enam bulan atau bahkan lebih lama, tergantung pada organ yang terkena infeksi.
Bahkan, panduan terbaru dari menyebutkan dalam kondisi tertentu pengobatan bisa diselesaikan lebih cepat, sekitar empat bulan, dengan regimen yang sudah diperbarui.
Terapi ini terbukti efektif. Sebagian besar pasien yang menjalani pengobatan hingga tuntas memiliki peluang besar untuk sembuh.
Herbal memang bisa digunakan dalam beberapa kasus, tetapi hanya sebagai terapi pendamping, bukan pengobatan utama. Artinya, herbal tidak boleh menggantikan obat TBC yang sudah terbukti secara medis.
"Hingga saat ini, BELUM ada herbal yang terbukti dapat mengobati TB. Herbal dapat digunakan sifatnya sebagai terapi pendamping, BUKAN terapi utama," tulis Dokter Adam Prabata.
Dokter Adam Prabata juga mengingatkan, penyebaran informasi yang tidak tepat dapat berdampak serius bagi kesehatan masyarakat. Ada beberapa risiko yang bisa muncul jika masyarakat mempercayai klaim tersebut.
Postingan Bude Wellness ini berpotensi berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena:
1. Berpotensi membuat orang menunda pemeriksaan.
2. Berpotensi membuat orang menunda mulai obat TB karena mau mencoba herbal.
3. Orang dengan TB tetap menularkan TB ke keluarga dan orang serumah karena pengobatan tidak adekuat.
4. Peningkatan risiko orang menghentikan obat lebih cepat karena merasa “sudah minum herbal”.
Yang paling berbahaya, pasien bisa saja menghentikan pengobatan lebih cepat karena merasa sudah membaik setelah mengonsumsi herbal.
Padahal, menghentikan obat TBC sebelum waktunya dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga penyakit menjadi jauh lebih sulit diobati.
Kasus ini kembali menjadi pengingat informasi kesehatan di media sosial harus disaring dengan hati-hati.
Mengikuti saran medis yang berbasis bukti ilmiah tetap menjadi langkah paling aman untuk menjaga kesehatan diri dan orang-orang di sekitar kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Bude Wellness Klaim Herbal Sembuhkan TBC! Dokter Ungkap Bahaya Jika Langsung Percaya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!