Bukber Pakai Crop Top, Rama Duwaji Istri Wali Kota New York Banjir Sindiran

Ket. Rama Duwaji, Istri Walikota New York.

Doc: X

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rama Duwaji, istri Wali Kota New York Zohran Mamdani, kembali menjadi sorotan publik setelah foto dirinya mengenakan crop top saat buka puasa bersama di Gracie Mansion, kediaman resmi wali kota. Momen yang beredar di media sosial ini menampilkan Rama duduk di meja makan bersama suaminya, aktivis mahasiswa pro Palestina Mahmoud Khalil, dan istrinya.

Penampilan Rama Duwaji langsung memicu berbagai komentar dari warganet. Beberapa menganggap busana yang memperlihatkan bagian perutnya kurang pantas untuk momen religius seperti buka puasa.

Salah satu kritik datang dari Dr. Naomi Wolf melalui akun X, yang menyinggung pakaian yang menyingkap pusar kurang sesuai dengan nilai kesopanan dalam Islam, terutama di hari suci Ramadan.

“Istri wali kota dengan pusar terlihat pada hari yang seharusnya menjadi hari suci yang sangat penting bagi umat Muslim. Dalam Islam, kesopanan dalam berpakaian dipandang berkaitan dengan kemurnian spiritual,” tulis Wolf.

Tak hanya itu, akun X @ManhattanMingle juga menyindir Rama, menyoroti kontras antara gaya berpakaian Duwaji dengan istri Mahmoud Khalil yang mengenakan hijab.

Namun, tidak semua komentar bernada negatif. Banyak netizen membela Rama Duwaji, menilai pakaian yang dikenakannya mencerminkan identitas diri, kreativitas, dan gaya personalnya sebagai seniman muda. Mereka menekankan pilihan busana adalah ekspresi diri dan tidak seharusnya dijadikan masalah.

Sementara itu, Rama Duwaji dikenal sebagai ilustrator dan animator keturunan Suriah asal Amerika Serikat. Sejak suaminya, Zohran Mamdani, resmi dilantik sebagai wali kota pada 1 Januari 2026, Rama menjadi First Lady New York City generasi Z pertama. Selain aktif berkarya di dunia seni, ilustrasi dan animasinya telah dimuat di berbagai media internasional bergengsi seperti The New Yorker, The Washington Post, dan BBC.

Momen buka puasa ini sekaligus memperlihatkan perbedaan perspektif publik terhadap ekspresi diri dan norma tradisional. Di satu sisi ada kritik terkait kesopanan, di sisi lain ada dukungan atas kebebasan berekspresi, terutama bagi perempuan muda yang ingin menampilkan identitas mereka tanpa takut dihakimi.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN