Sering Dikonsumsi, Daftar 5 Makanan yang Ternyata Berpotensi Picu Kanker

Ket. Makanan Pemicu Kanker

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kanker merupakan kondisi medis yang dipicu oleh pertumbuhan sel-sel tidak normal di dalam tubuh. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia dan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Berbagai faktor dapat memengaruhi munculnya kanker, mulai dari faktor keturunan, gaya hidup, hingga pola makan dan asupan nutrisi sehari-hari.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini berkaitan dengan kandungan akrilamida, yakni zat kimia yang dapat terbentuk secara alami dalam makanan yang dimasak dengan suhu tinggi melalui proses penggorengan atau pemanggangan.

Akrilamida umumnya terbentuk pada makanan nabati yang kaya pati. Senyawa ini diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia sehingga berbagai lembaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsinya.

Melansir laporan dari Times of India, berikut beberapa jenis makanan yang diketahui dapat membentuk kadar akrilamida dan berpotensi meningkatkan risiko kanker.

1. Ciki dan Kue Kering Kemasan

Camilan seperti ciki dan kue kering kemasan sering diproses dengan pemanggangan suhu tinggi. Selain itu, produk ini kerap mengandung bahan pengawet serta gula rafinasi yang dapat memicu terbentuknya akrilamida.

Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1000 µg/kg.

2. Roti Panggang

Roti panggang juga berpotensi menghasilkan akrilamida, terutama ketika warnanya berubah menjadi lebih gelap akibat pemanggangan suhu tinggi.

Kadar akrilamida pada roti panggang umumnya berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg. Roti yang dipanggang hingga lebih gelap cenderung memiliki kadar akrilamida yang lebih tinggi.

3. Gorengan

Keripik kentang maupun berbagai jenis gorengan lain disebut sebagai salah satu sumber terbesar akrilamida dalam makanan.

Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warna makanan, maka kandungan akrilamida yang terbentuk juga semakin tinggi. Misalnya, kadar akrilamida pada keripik kentang dapat mencapai 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sementara pada kentang goreng berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

4. Kopi

Akrilamida juga dapat terbentuk saat proses pemanggangan biji kopi, terutama pada tahap awal pemanggangan.

Kopi dengan tingkat sangrai ringan biasanya memiliki kadar akrilamida lebih tinggi dibandingkan kopi dengan sangrai gelap. Dalam satu cangkir kopi seduh, kandungan akrilamida dapat berkisar 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dalam bentuk bubuk bisa mengandung 100 hingga 400 µg/kg.

5. Sereal

Sereal yang sering dikonsumsi sebagai menu sarapan praktis juga diproses dengan suhu tinggi sehingga berpotensi menghasilkan akrilamida.

Sejumlah penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam produk sereal kemasan dapat berkisar antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung merek dan metode pengolahannya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN