Isyana Sarasvati Diserang Isu Anut Satanik, Suami Angkat Bicara

Doc: Instagram/@isyanasarasvati

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Isu miring tengah menerpa musisi dan penulis lagu Indonesia, Isyana Sarasvati. Penyanyi berusia 32 tahun itu menjadi bahan perbincangan di media sosial X setelah sejumlah warganet menuding dirinya terkait dengan simbol-simbol yang diasosiasikan dengan okultisme atau bahkan satanisme.

Tuduhan tersebut muncul setelah promosi babak terakhir album kelimanya, Eklektiko, menampilkan visual simbol “mata satu” yang dianggap sebagian orang memiliki makna tertentu.

Perdebatan bermula ketika beberapa akun menilai simbol tersebut identik dengan ikonografi yang kerap dikaitkan dengan teori konspirasi seperti Illuminati atau kelompok okultisme global.

Visual itu dinilai terlalu mencolok dalam materi promosi sehingga memicu spekulasi bahwa Isyana sedang melakukan semacam “soft selling” terhadap simbol-simbol yang sering muncul dalam wacana konspiratif tersebut.

Suami Buka Sukara

Namun tudingan tersebut segera mendapat respons dari suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, yang akrab disapa Mako. Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap cara sebagian orang menafsirkan karya seni sang istri.

Melalui unggahan di platform Threads, Mako menegaskan bahwa karya musik sering kali lahir dari proses kreatif yang jujur dan penuh pemikiran artistik. Ia menyayangkan ketika simbol atau elemen visual dalam sebuah karya justru dimaknai secara jauh dari niat awal penciptanya.

“Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda,” tulis Mako dalam unggahannya yang kemudian ramai dikutip warganet pada Kamis (5/3).

Pernyataan tersebut secara tidak langsung menjadi bentuk pembelaan terhadap Isyana sekaligus kritik terhadap cepatnya publik menyimpulkan makna sebuah karya seni hanya dari potongan visual tertentu. Menurut Mako, interpretasi yang terlalu jauh justru bisa menutupi pesan artistik yang sebenarnya ingin disampaikan oleh sang musisi.

Kerap Mix Genre Musik

Isyana sendiri dikenal sebagai musisi yang kerap mengeksplorasi konsep visual dan musikal yang kompleks. Sejak beberapa tahun terakhir, ia semakin berani menggabungkan unsur musik klasik, rock progresif, hingga elemen teaterikal dalam karya-karyanya.

Album Eklektiko misalnya, digarap dengan konsep naratif yang kuat serta visual artistik yang dirancang untuk memperkuat cerita di balik musiknya.

Karena itu, sebagian penggemar menilai simbol-simbol visual yang muncul dalam promosi album lebih merupakan bagian dari estetika dan konsep artistik, bukan representasi dari kepercayaan tertentu. Mereka juga menilai bahwa karya seni memang sering membuka ruang interpretasi, namun tidak selalu berkaitan dengan makna konspiratif seperti yang dituduhkan.

Di tengah perdebatan yang ramai di media sosial, respons Mako dianggap menjadi pengingat bahwa interpretasi publik terhadap karya seni bisa sangat beragam. Bagi seorang seniman seperti Isyana Sarasvati, situasi seperti ini bisa menjadi tantangan tersendiri ketika karya yang dimaksudkan sebagai ekspresi kreatif justru dibaca dengan sudut pandang yang sama sekali berbeda.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN