Punya Pasangan Manchild? Kenali Arti dan 7 Tanda yang Bisa Menguras Emosi dalam Hubungan

Ket. Ilustrasi manchild.

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini istilah manchild semakin sering muncul di media sosial dan perbincangan tentang hubungan asmara. Banyak orang mulai menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan tipe pasangan yang terlihat dewasa dari usia, tetapi perilakunya justru masih kekanak-kanakan.

Popularitas istilah ini bahkan semakin meluas setelah sering dikaitkan dengan lagu populer milik penyanyi Sabrina Carpenter yang juga menggunakan kata tersebut dalam liriknya. Sejak saat itu, istilah manchild makin sering dipakai netizen untuk menggambarkan dinamika hubungan yang terasa tidak seimbang.

Namun sebenarnya, apa itu manchild? Bagaimana cara mengenali tanda-tandanya dalam sebuah hubungan?

Apa Itu Manchild?

Secara sederhana, manchild adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan laki-laki dewasa yang belum memiliki kematangan emosional. Menurut berbagai sumber psikologi hubungan, istilah ini merujuk pada seseorang yang secara usia sudah dewasa tetapi masih menunjukkan pola pikir, sikap, dan cara menghadapi masalah seperti anak-anak.

Dalam hubungan asmara, memiliki pasangan manchild bisa terasa sangat melelahkan. Pasalnya, Cantiks mungkin tanpa sadar harus mengambil peran layaknya orang tua yang mengurus segala hal. Mulai dari menyelesaikan masalah yang ia buat, mengingatkan tanggung jawabnya, hingga menenangkan emosinya saat terjadi konflik.

Akibatnya, hubungan yang seharusnya terasa setara justru berubah menjadi berat sebelah. Banyak orang yang berada dalam hubungan seperti ini akhirnya merasa tidak dihargai, kelelahan secara emosional, bahkan kesepian meski memiliki pasangan.

7 Ciri Pasangan Manchild yang Perlu Diwaspadai

Agar lebih mudah mengenali perilaku ini, berikut beberapa tanda umum pasangan yang memiliki sifat manchild.

1. Sulit Diandalkan
Salah satu ciri paling jelas adalah tidak bisa dipercaya untuk hal-hal penting. Ia sering mengingkari janji, tidak menyelesaikan tanggung jawabnya, dan cenderung menganggap masalah yang ia buat bukan hal besar.

2. Tidak Bisa Menerima Kritik
Pasangan manchild biasanya sangat sensitif terhadap kritik. Alih-alih menjadikannya bahan introspeksi, ia justru menganggap kritik sebagai serangan pribadi dan langsung bersikap defensif.

3. Tidak Mampu Mengelola Stres
Ketika menghadapi tekanan, ia tidak mampu mengatasinya secara dewasa. Beberapa bahkan melampiaskan emosi kepada pasangan atau melarikan diri ke aktivitas yang tidak produktif seperti bermain gim sepanjang hari.

4. Menghindari Percakapan Serius
Saat Cantiks mencoba membicarakan masa depan hubungan atau masalah yang perlu diselesaikan, ia cenderung menghindar. Topik serius sering membuatnya merasa tidak nyaman.

5. Tidak Mandiri dalam Urusan Dewasa
Hal-hal sederhana seperti membuat janji dengan dokter, mengurus administrasi, atau mengatur keuangan bisa terasa terlalu sulit bagi seorang manchild. Tanpa disadari, pasanganlah yang akhirnya mengambil alih semua tanggung jawab tersebut.

6. Selalu Punya Alasan
Alih-alih mengakui kesalahan, ia sering memberikan banyak alasan untuk membenarkan perilakunya. Bahkan dalam beberapa kasus, ia menempatkan dirinya sebagai korban.

7. Lingkaran Pertemanan yang Tidak Dewasa
Lingkungan pertemanan juga bisa memengaruhi perilaku ini. Manchild sering berada dalam kelompok teman dengan tingkat kedewasaan yang sama, sehingga sikap kekanak-kanakan dianggap wajar.

Cara Menghadapi Pasangan Manchild

Jika Cantiks menyadari pasangan memiliki perilaku seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan. Jangan terus mengambil peran sebagai pengasuh yang menyelesaikan semua masalahnya.

Selain itu, penting juga untuk merefleksikan diri sendiri. Terkadang seseorang tanpa sadar menoleransi perilaku tersebut karena pola hubungan yang terbentuk sejak lama.

Jika situasi terasa semakin berat, tidak ada salahnya mencari bantuan dari profesional seperti konselor atau psikolog. Mereka dapat membantu mengidentifikasi akar masalah, termasuk kemungkinan adanya kondisi seperti kecemasan, depresi, atau gangguan emosional lainnya.

Pada akhirnya, memahami apa itu manchild dan mengenali ciri-cirinya bisa membantumu melindungi kesehatan emosional dalam hubungan. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun dua orang yang sama-sama bertanggung jawab, saling menghargai, dan tumbuh bersama. 

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN