Sudah Muak? 3 Aktor Terkenal Amerika Ini Tak Segan Kritik Pedas Donald Trump

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang kritik dari kalangan selebritas Amerika kembali menguat setelah sejumlah kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump menuai kontroversi. Kali ini, beberapa nama besar di industri hiburan secara terbuka melontarkan sindiran tajam, bahkan roasting bernada satire, melalui media sosial mereka.

Unggahan-unggahan tersebut cepat menyebar dan memicu perdebatan luas di ruang publik.

Jack White

Salah satu yang paling vokal adalah Jack White, musisi yang dikenal sebagai mantan frontman The White Stripes. Lewat Instagram, White menyoroti gaya kepemimpinan Trump dengan nada sarkastik.

Ia menyindir momen deklarasi perang yang disebutnya kontras dengan simbol-simbol patriotik yang dikenakan sang presiden. Dalam tulisannya, White mempertanyakan keputusan untuk terlibat dalam konflik luar negeri, sembari menyinggung bahwa anak-anak elite politik tidak pernah menjadi pihak yang harus turun langsung ke medan tempur.

Ia bahkan melempar sindiran pedas tentang kemungkinan “Nobel Perdamaian” di masa jabatan berikutnya, sebuah kalimat yang jelas ditulis dengan ironi.

Mark Ruffalo

Tak kalah kritis, aktor sekaligus aktivis lingkungan Mark Ruffalo turut menyampaikan kegelisahannya. Ruffalo, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Hulk dalam waralaba film superhero, menggunakan platform Threads untuk menyoroti dinamika internal lingkaran kekuasaan.

Ia menyinggung peran Jared Kushner dalam percaturan geopolitik yang memanas. Dalam pernyataannya yang singkat namun tajam, Ruffalo mengisyaratkan bahwa keputusan-keputusan strategis tertentu justru mendorong Amerika Serikat semakin dalam ke potensi konflik bersenjata. Bagi Ruffalo, situasi ini bukan sekadar manuver diplomatik, melainkan persoalan moral yang menyangkut nyawa banyak orang.

John Cusack

Sementara itu, aktor senior John Cusack memilih pendekatan yang lebih frontal. Melalui platform X, ia secara terang-terangan menuduh konflik yang terjadi sebagai bentuk pengalihan isu dari berbagai persoalan domestik.

Cusack juga mengaitkan dinamika tersebut dengan tekanan politik internasional dan kepentingan jangka panjang pihak-pihak tertentu. Nada tulisannya menunjukkan kemarahan sekaligus kekecewaan terhadap arah kebijakan yang dinilai semakin jauh dari semangat diplomasi damai.

Dalam kritik yang beredar, nama-nama keluarga presiden seperti Donald Trump Jr. dan Barron Trump turut disebut sebagai simbol privilese kekuasaan. Para selebritas tersebut menyoroti ironi bahwa keputusan perang sering kali tidak berdampak langsung pada keluarga para pengambil kebijakan, melainkan pada masyarakat biasa yang harus menanggung konsekuensinya.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN