Bocoran Rahasia dari Kotak Pizza? Fenomena Pizza Pentagon Jadi Sinyal Serangan Militer AS ke Iran

Ket. Pizza Pentagon dan hubungan dengan serangan Amerika ke Iran.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, muncul kembali teori lama yang tak kalah menarik perhatian publik, fenomena Pizza Pentagon. Bukan sekadar lelucon internet, lonjakan pesanan pizza di sekitar markas besar Pentagon kerap disebut-sebut sebagai pertanda operasi militer besar akan segera digelar.

Fenomena ini kembali ramai dibahas setelah AS melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari 2026. Warganet mencatat adanya peningkatan signifikan pesanan pizza di gerai-gerai sekitar Pentagon, terutama pada larut malam.

Pola ini memicu spekulasi aktivitas lembur intens para pejabat pertahanan AS sering kali beriringan dengan konsumsi pizza dalam jumlah besar dan tak jarang terjadi menjelang operasi militer penting.

Istilah Pentagon Pizza Index pun kembali mencuat. Indeks tidak resmi ini merujuk pada pola lonjakan pesanan makanan cepat saji, khususnya pizza, yang konon sudah diamati sejak era Perang Dingin. Meski terdengar seperti teori konspirasi, laporan dari The Guardian menyebut bahwa fenomena ini bukan sekadar mitos dunia maya.

Sejarah mencatat, pada 1989, pengiriman pizza ke Pentagon dilaporkan meningkat drastis menjelang invasi AS ke Panama. Lonjakan serupa kembali terjadi sebelum peluncuran Operasi Badai Gurun pada 1991. Bahkan menurut laporan Investor's Business Daily, intelijen Soviet sejak 1970an sudah memantau pola pengiriman makanan larut malam sebagai bagian dari analisis aktivitas militer AS.

Logikanya sederhana, ketika Departemen Pertahanan bekerja hingga dini hari, kemungkinan besar ada operasi penting yang sedang dirancang. Di tengah lembur panjang itu, pizza menjadi pilihan praktis.

Menariknya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengaku mengetahui keberadaan indeks tersebut, termasuk akun media sosial yang memantau lonjakan pesanan di sekitar Pentagon. Bahkan, Departemen Pertahanan disebut sempat mempertimbangkan fenomena ini saat merencanakan serangan sebelumnya terhadap Iran pada Juni tahun lalu, yang dijuluki Operation Midnight Hammer.

Namun Hegseth juga melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengatakan dirinya bisa saja memesan pizza dalam jumlah besar secara acak pada malam-malam tertentu, bukan karena ada operasi militer, melainkan untuk mengecoh intelijen sumber terbuka dan publik yang gemar membaca kode dari kotak pizza.

Pernyataan itu justru semakin mempertebal misteri. Apakah lonjakan pesanan pizza benar-benar sinyal awal serangan militer? Ataukah kini justru menjadi alat pengalihan perhatian?

Di era digital ketika data kecil bisa dianalisis massal, bahkan pesanan makanan pun bisa berubah menjadi indikator geopolitik. Fenomena Pizza Pentagon mungkin belum terbukti ilmiah, tetapi sejarah menunjukkan pola yang sulit diabaikan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN