Reza Arap Resmi Tutup Marapthon di Season 3, Begini Alasan di Baliknya

Ket. Marapthon Season 3

Doc: Tangkapan Layar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Reza Arap secara resmi mengumumkan penghentian program marathon streaming-nya, Marapthon, setelah musim ketiga yang bertajuk The Last Tale. Pernyataan ini disampaikan dalam siaran langsung pada 17 Februari 2026.

Program YouTube yang dirancang berlangsung selama 100 hari berturut-turut, sejak 8 Februari hingga 17 Mei 2026, menjadi episode pamungkas dari seri yang pernah membawa namanya ke jajaran streamer global.

Keputusan ini diambil ketika popularitasnya mencapai titik tertinggi, bahkan sempat menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia sebagai streamer dengan jumlah penonton terbanyak.

Musisi berusia 38 tahun itu menegaskan bahwa penghentian ini bukan karena menurunnya antusiasme pemirsa, melainkan pertimbangan matang mengenai arah kehidupan para anggota tim inti yang selama ini terlibat.

Tim yang dikenal dengan nama AAA Clan terdiri dari Jot, Yuka, Garry, Aloy, Tepe, Niko, Bravy, dan Ibot.

"Alasan utamanya karena semua akan punya hidupnya masing-masing," ujarnya. Reza Arap menambahkan, para kru ke depannya akan lebih sulit meluangkan waktu untuk bermain game bersama karena kesibukan yang terus bertambah.

"Mentok paling kita ketemunya pas manggung," tambah mantan suami Wendy Walters tersebut, menegaskan bahwa kegiatan bermusik bersama Weird Genius akan menjadi lebih dominan dalam kesehariannya.

Ia menilai lebih baik mengakhiri program ketika masih dalam performa terbaik ketimbang memaksakannya terus berjalan.

Musim ketiga Marapthon ini juga memiliki makna khusus karena dipersembahkan untuk mendiang kekasihnya, Lula Lahfah, yang meninggal dunia pada Januari 2026.

Pelantun hit “Lathi” itu mengungkapkan bahwa almarhumah sebelumnya berpesan agar ia mampu membeli rumah dari jerih payah sendiri. Keinginan tersebut menjadi salah satu pendorong semangatnya untuk tetap konsisten menjalankan rangkaian acara hingga akhir.

Meski Marapthon resmi berhenti, Reza Arap memastikan bahwa interaksi dengan penggemar dan kolaborasi bersama AAA Clan tidak sepenuhnya hilang.

Program ini meninggalkan warisan tersendiri bagi industri streaming Indonesia, sekaligus menjadi tonggak perjalanan kariernya di ranah digital yang kian internasional.

Dengan berakhirnya Marapthon, Reza Arap fokus memprioritaskan musik, kehidupan pribadi, dan kesejahteraan timnya, sambil tetap mengenang perjalanan panjang yang telah membesarkan nama Indonesia di panggung global streaming.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN