Ci Mehong Siap Gugat Cerai, Akui Tak Tahan Kerap Diporotin Suami

Doc: Instagram/@pikbakinghouse

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama pengusaha kuliner sekaligus figur publik Ci Mehong kembali menjadi sorotan. Ia mengungkap rencananya menggugat cerai sang suami setelah 15 tahun menjalani rumah tangga.

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, Ci Mehong mengaku sudah tidak kuat menghadapi persoalan keuangan yang terus berulang.

Dalam tayangan Pagi Pagi Ambyar, ia blak-blakan menceritakan kondisi pernikahannya. Menurutnya, permintaan uang dari pihak suami terjadi terus-menerus dan membuatnya tertekan.

“Saya lagi mau gugat. Sudah enggak tahan,” ungkapnya.

“Diporotin bukan buat dia pribadi, tapi buat anaknya.”

Beban Finansial yang Tak Berhenti

Ketika menikah, keduanya sama-sama membawa anak dari hubungan sebelumnya. Kini anak-anak dari pihak suami telah berusia 26 dan 29 tahun. Bagi Ci Mehong, usia tersebut sudah tergolong dewasa dan seharusnya mampu mandiri secara ekonomi.

Namun kenyataannya berbeda. Sang suami kerap meminta uang untuk kebutuhan mereka. Setiap kali diminta, Ci Mehong mengaku mengirim sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta hanya untuk uang makan.

Ia menilai kondisi ini sudah tidak wajar karena berlangsung bertahun-tahun tanpa perubahan.

“Anaknya sudah besar, harusnya sudah bisa berdiri sendiri,” tuturnya.

Suami Tak Lagi Bekerja

Masalah semakin berat karena suaminya kini tidak memiliki pekerjaan tetap. Menurut Ci Mehong, sebelumnya sang suami sempat bekerja dan memiliki aset. Namun seluruh aset tersebut perlahan dijual untuk biaya hidup sehari-hari.

Akibatnya, tanggung jawab finansial nyaris sepenuhnya berada di pundaknya. Ia merasa bukan hanya menjadi pasangan, tetapi juga penanggung kebutuhan keluarga besar.

Situasi itu memicu kelelahan mental dan emosional. Ia menilai hubungan pernikahan tidak lagi berjalan sehat karena dipenuhi ketergantungan ekonomi.

Titik Jenuh Setelah 15 Tahun

Selama belasan tahun, Ci Mehong mencoba bertahan demi rumah tangga. Ia mengaku berusaha memahami kondisi pasangan, bahkan tetap membantu kebutuhan anak-anak tirinya.

Namun semakin lama, ia merasa bantuan tersebut berubah menjadi kewajiban permanen. Tidak ada usaha dari pihak suami untuk memperbaiki keadaan ataupun mencari penghasilan.

Rasa jenuh pun memuncak. Ia akhirnya memutuskan perceraian sebagai jalan keluar terbaik bagi dirinya.

Pilihan untuk Memulai Hidup Baru

Bagi Ci Mehong, keputusan menggugat cerai bukan semata karena uang, melainkan rasa lelah menghadapi pola hubungan yang tidak seimbang. Ia ingin menjalani hidup dengan lebih tenang tanpa tekanan finansial berkepanjangan.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk batasan pribadi, bahwa membantu pasangan bukan berarti harus menanggung seluruh beban keluarga tanpa batas waktu.

Setelah 15 tahun berumah tangga, Ci Mehong memilih menutup bab lama dan bersiap membuka lembaran baru dalam hidupnya.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN