Sering Dilakukan! Ini Kesalahan Saat Sahur yang Bikin Cepat Lapar

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sahur bukan sekadar makan sebelum subuh. Ia adalah fondasi energi selama lebih dari 12 jam berpuasa. Namun tanpa disadari, banyak orang melakukan kesalahan saat sahur yang justru membuat perut cepat keroncongan, tubuh lemas, bahkan mengantuk berat di pagi hari. Ironisnya, kebiasaan ini sangat umum dan sering dianggap normal.

Berikut beberapa kesalahan sahur yang paling sering terjadi.

1. Hanya Makan Karbohidrat Sederhana

Menu sahur favorit banyak orang adalah nasi putih, mie instan dan gorengan. Rasanya kenyang, tapi cuma sebentar.

Karbohidrat sederhana cepat dicerna tubuh sehingga gula darah melonjak lalu turun drastis. Akibatnya, baru jam 9–10 pagi sudah terasa lapar dan lemas.

Solusinya bisa diganti sebagian karbohidrat dengan yang lebih lambat dicerna, seperti nasi merah / nasi jagung, oatmeal, roti gandum atau kentang rebus. Karbohidrat kompleks menjaga energi stabil lebih lama.

2. Minim Protein

Protein berfungsi sebagai penahan lapar alami. Tanpa protein, tubuh cepat kosong walau perut terasa penuh setelah makan.

Sahur hanya dengan nasi dan sambal atau mie instan tanpa lauk membuat tubuh kekurangan zat pembangun yang memberi rasa kenyang tahan lama.

Tambahkan minimal satu sumber protein bisa dengan telur, ayam, tahu / tempe, ikan, yogurt, susu. Protein membantu menjaga massa otot sekaligus memperlambat pengosongan lambung.

3. Kurang Serat

Serat adalah rahasia sahur tahan 12 jam. Sayangnya, sayur sering jadi opsional saat sahur karena dianggap ribet.

Padahal tanpa serat bisa membuat pencernaan lebih cepat, gula darah naik turun, lapar datang lebih awal. Minimal tambahkan sayur tumis, lalapan, buah potong (pisang, apel, pepaya). Buah saat sahur sangat membantu hidrasi sekaligus rasa kenyang.

4. Minum Teh atau Kopi Berlebihan

Banyak orang mengandalkan kafein agar tidak ngantuk setelah sahur. Tapi efeknya justru kebalikan, kafein bersifat diuretik  sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan alhasil dehidrasi, cepat lapar dan lemas. Boleh minum, tapi batasi 1 gelas kecil dan tetap utamakan air putih.

5. Kurang Minum Air

Ini kesalahan terbesar. Banyak yang minum hanya 1 gelas lalu tidur lagi.

Dehidrasi sering disalahartikan sebagai lapar. Tubuh sebenarnya haus, tapi otak menerjemahkannya sebagai rasa ingin makan.

Gunakan pola 2–2–2: 2 gelas saat berbuka, 2 gelas malam dan 2 gelas saat sahur.

6. Sahur Terlalu Cepat Lalu Tidur Lagi

Sahur jam 2 pagi karena takut kesiangan memang aman, tapi energi akan habis lebih cepat karena waktu puasa jadi lebih panjang. Idealnya sahur mendekati imsak agar cadangan energi dan cairan bertahan lebih lama.

Perbaiki pola sahur sehingga tubuh tak akan terasa lemas, alhasil puasa akan terasa lebih segar dan bugar seharian.***

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN