Film Antara Mama, Cinta, dan Surga Soroti Realitas Pahit Ekspektasi Orangtua Batak
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Film drama Indonesia berjudul Antara Mama, Cinta, dan Surga: Bahasa Cinta Nommensen dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 Februari 2026.
Film ini mengangkat kisah konflik keluarga, pergulatan iman, serta pilihan hidup dalam balutan budaya Batak yang kental dan penuh nilai tradisi.
Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Agustinus Sitorus, film ini menghadirkan deretan aktor dan aktris lintas generasi. Nama-nama seperti Dharty Manulang, Anneth Delliecia Nasution, Aldy Maldini Siregar, Cok Simbara, Joe P Project, hingga Dominique Sanda turut memperkuat jajaran pemeran.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan dinamika emosi yang kuat serta kedalaman karakter dalam setiap adegan.
Cerita film berpusat pada tokoh Bernard yang diperankan Aldy Maldini Siregar. Bernard adalah anak bungsu dalam keluarga Batak yang sejak kecil telah dipersiapkan untuk mengikuti jejak keluarga menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Profesi tersebut dianggap sebagai simbol kestabilan dan kebanggaan keluarga, sekaligus jalan hidup yang diyakini menjamin masa depan mapan.
Namun, setelah menyelesaikan pendidikan kuliahnya, Bernard justru mengalami pergulatan batin yang mendalam. Serangkaian mimpi tentang Ludwig Ingwer Nommensen, tokoh misionaris yang memiliki peran penting dalam sejarah Kekristenan di Tanah Batak, mengguncang keyakinannya.
Dari mimpi-mimpi itu, Bernard merasakan panggilan spiritual untuk menjadi seorang pendeta jadi sebuah keputusan yang bertolak belakang dengan harapan besar keluarganya.
Keputusan tersebut memicu konflik besar, terutama dengan sang Mamak yang diperankan Dharty Manulang. Sebagai figur ibu yang memegang teguh adat dan tradisi, ia menilai pilihan Bernard sebagai bentuk penyimpangan dari rencana hidup yang telah disusun keluarga.
Ketegangan pun tak terhindarkan, memperlihatkan benturan antara nilai tradisi dan kebebasan menentukan jalan hidup.
Rekomendasi juga buat kamu:
Di sisi lain, Bernard juga harus menghadapi dilema cintanya dengan Anindita yang diperankan Anneth Delliecia Nasution. Hubungan keduanya ikut terombang-ambing oleh keputusan besar yang diambil Bernard.
Ia terjepit di antara iman, cinta, dan kewajiban terhadap keluarga jadi sebuah situasi yang memaksanya menentukan arah hidup secara tegas.
Melalui pendekatan emosional dan narasi yang dekat dengan realitas sosial masyarakat, film ini tidak hanya menyuguhkan konflik personal, tetapi juga refleksi tentang makna pengorbanan, panggilan hidup, dan cinta dalam keluarga.
Antara Mama, Cinta, dan Surga: Bahasa Cinta Nommensen diharapkan menjadi tontonan yang menggugah sekaligus mengajak penonton merenungkan arti pilihan dan keberanian memperjuangkan keyakinan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Film Antara Mama, Cinta, dan Surga Soroti Realitas Pahit Ekspektasi Orangtua Batak .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!