Baby Arash Biang Kerok Retaknya Hubungan Aurel Hermansyah dan Gen Halilintar? Thariq Halilintar Siap Tempuh Jalur Hukum

Ket. Potret baby Ahmad Arash, putra dari Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jagat media sosial kembali dihebohkan kabar panas dari keluarga besar Gen Halilintar. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada sosok bayi delapan bulan, Ahmad Arash, putra dari Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid. Tak tanggung-tanggung, seorang netizen nekat menuding sang bayi sebagai penyebab renggangnya hubungan antara Aurel Hermansyah dan keluarga besar Halilintar.

Isu ini bermula dari potongan video viral saat acara adat tedak siten Baby Arash. Dalam cuplikan singkat yang beredar, muncul narasi liar seolah-olah Aurel dikucilkan dalam momen keluarga tersebut. Tanpa konfirmasi, spekulasi pun berkembang liar, hingga berujung pada komentar keji yang menyasar sang bayi.

Salah satu akun bahkan menuliskan komentar pedas yang menyebut Arash sebagai biang kerok keretakan keluarga. Tuduhan tersebut sontak menyulut emosi Thariq. Melalui Instagram Story pada 17 Februari 2026, ia mengunggah tangkapan layar komentar tersebut sebagai bentuk peringatan keras.

Dengan nada tegas, Thariq memberi sinyal ia tidak akan tinggal diam.

“Tunggu tanggal mainnya,” tulisnya singkat namun penuh makna, seakan memberi isyarat langkah hukum tengah disiapkan.

Sikap protektif ini menunjukkan batas kesabaran seorang ayah yang merasa anaknya diserang tanpa alasan.

Sehari sebelumnya, Aaliyah juga meluapkan kegeramannya. Ia meminta publik berhenti menyeret nama Arash dalam polemik yang dianggapnya tidak masuk akal. Baginya, perdebatan orang dewasa seharusnya tidak melibatkan anak kecil yang bahkan belum memahami apa pun.

Kontroversi ini sebenarnya berakar dari potongan video yang tidak utuh. Untuk meluruskan persepsi, Thariq kemudian membagikan versi lengkap rekaman tersebut. Dalam video berdurasi lebih panjang itu, terlihat jelas bahwa Aaliyah justru memanggil Aurel agar berdiri lebih dekat dengan keluarga inti. Fakta ini seolah menampar balik narasi pengucilan yang telanjur menyebar.

Tak berhenti di situ, Thariq juga membagikan momen kebersamaan keluarga besar, memperlihatkan kehangatan antara pihak Halilintar dan Hermansyah. Ia menegaskan posisi berdiri dalam sebuah foto bukanlah tolok ukur keharmonisan. Baginya, keluarga tetap satu kesatuan, tak peduli bagaimana formasi mereka di depan kamera.

Kisruh ini menjadi pengingat betapa cepatnya opini publik terbentuk hanya dari potongan visual beberapa detik. Di era digital, narasi bisa diciptakan dalam sekejap dan sayangnya, yang menjadi korban kali ini adalah seorang bayi.
 

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN