JAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak pasangan yang ingin punya anak sering khawatir setelah berhenti memakai kontrasepsi (KB). Salah satu kekhawatiran paling umum 'Katanya kalau kelamaan pakai KB nanti jadi susah hamil'. Kalimat ini sangat sering terdengar di klinik kandungan maupun obrolan keluarga. Tapi, apakah benar demikian?
Mari kita bedah mana mitos dan mana fakta berdasarkan ilmu medis.
Mitos: KB Menumpuk di Rahim dan Membuat Mandul
Ini adalah kepercayaan yang paling populer. Banyak orang membayangkan hormon KB tersisa di tubuh selama bertahun-tahun lalu merusak rahim atau sel telur.
Faktanya, tidak ada kontrasepsi modern yang menumpuk di rahim atau ovarium. Semua metode KB, pil, suntik, implan, maupun IUD bekerja sementara. Setelah dihentikan, tubuh akan kembali ke sistem hormonal alami.
Menurut World Health Organization, kesuburan wanita umumnya kembali setelah efek obat hilang, bukan setelah racun keluar dari tubuh karena memang tidak ada racun yang tersimpan.
Mitos: Suntik KB 3 Bulan Pasti Bikin Lama Hamil
Ini juga sering membuat wanita takut memakai KB suntik. Faktanya, KB suntik 3 bulan memang bisa membuat ovulasi kembali lebih lambat dibanding metode lain. Tapi lambat bukan berarti mandul.
Rata-rata waktu kembalinya kesuburan:
Pil KB: 1-2 bulan
IUD: segera setelah dilepas
Implan: 1-3 bulan
Suntik 3 bulan: 4-10 bulan (kadang sampai 1 tahun). Artinya, bukan sulit hamil, hanya menunggu hormon kembali stabil.
Mitos: Semakin Lama Pakai KB, Semakin Sulit Punya Anak
Banyak wanita berhenti KB terlalu cepat karena takut efek jangka panjang. Faktanya, durasi pemakaian tidak menentukan kesuburan. Wanita yang pakai KB 10 tahun punya peluang hamil yang sama dengan yang pakai 1 tahun, selama tidak ada masalah kesehatan lain.
Data program keluarga berencana di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional juga menunjukkan mayoritas pasangan bisa hamil dalam 12 bulan setelah berhenti KB.
Lalu Kenapa Ada yang Lama Hamil? Sering kali KB dijadikan kambing hitam, padahal penyebabnya lain:
Usia (di atas 35 tahun kesuburan menurun alami), PCOS atau gangguan hormon, Endometriosis, Sperma pasangan, Berat badan ekstrem, Stres berat, Karena kebetulan berhenti KB saat usia sudah bertambah, orang mengira KB penyebabnya.
Bila lebih dari setahun belum berhasil (atau 6 bulan jika usia >35), barulah perlu pemeriksaan. Intinya: KB membantu merencanakan kehamilan, bukan menghilangkan kesempatan untuk hamil.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Mitos vs Fakta: Benarkah KB Terlalu Lama Bikin Susah Hamil? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!