Pesulap Merah Pasang Badan Bela Istri Kedua, Tegaskan Ratu Rizky Nabila Bukan Pelakor

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kontroversi kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air setelah figur pesulap kontroversial Marcel Radhival angkat suara mengenai hujatan warganet terhadap istri keduanya, Ratu Rizky Nabila. Perempuan tersebut ramai diserang setelah publik mengetahui dirinya hidup dalam pernikahan poligami.

Lewat unggahan media sosial pada 12 Februari 2026, pria yang dikenal sebagai Pesulap Merah itu terlihat menanggapi pertanyaan seorang pengguna internet yang muncul di akun TikTok sang istri. Komentar tersebut menuduh Nabila sebagai perebut laki orang dan bahkan dikaitkan dengan kondisi mental istri pertama yang telah meninggal dunia.

Pertanyaan bernada tajam itu menyebut, apakah benar istri kedua menjadi penyebab depresi hingga kematian istri pertama. Walau Nabila sebenarnya telah memberikan klarifikasi, sang pesulap memilih turun tangan sendiri. Dengan bahasa tegas, ia membantah tuduhan tersebut.

Ia menekankan bahwa pasangannya bukan perebut suami orang, apalagi sampai menjadi penyebab kematian seseorang. Menurutnya, narasi yang berkembang di media sosial tidak sesuai fakta dan sudah mengarah pada fitnah.

20260213121506_Screenshot_27.jpg

Dalam penjelasannya, ia menceritakan awal hubungan mereka. Ia mengklaim sejak awal pernikahan kedua dilakukan secara terbuka dan diketahui pihak keluarga. Ia juga menegaskan bahwa Nabila tidak pernah berusaha menjauhkan dirinya dari mendiang istri pertama, Tika Mega Lestari.

Bahkan, ia menyebut sang istri kedua memiliki prinsip yang cukup kuat. Menurutnya, Nabila pernah menyatakan siap berpisah jika dirinya sampai menceraikan istri pertama. Pernyataan itu ia gunakan sebagai bukti bahwa hubungan mereka tidak dilandasi niat merusak rumah tangga orang lain.

“Dia tidak pernah ingin menggantikan posisi siapa pun,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan. Baginya, keputusan berpoligami adalah tanggung jawab pribadi, bukan dorongan dari pihak kedua.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan reaksi publik. Sebagian warganet masih mempertanyakan transparansi hubungan tersebut di masa lalu. Ada pula yang menilai klarifikasi muncul terlambat setelah isu berkembang luas.

Meski begitu, sang pesulap memilih tidak memperpanjang perdebatan. Ia mengatakan hanya ingin meluruskan kabar yang dianggap menyakiti keluarganya. Ia juga meminta publik berhenti menyerang secara personal, terutama kepada perempuan yang menurutnya tidak bersalah.

Bagi dirinya, pembelaan ini bukan sekadar membenarkan keputusan, melainkan menjaga martabat keluarga. Ia menutup pernyataannya dengan harapan publik lebih bijak sebelum menuduh, karena dampaknya bukan hanya pada dirinya, tetapi juga pada orang yang ia cintai.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN