Merasa Warisan Negara, Ammar Zoni Nilai Dirinya Layak Dapat Rehabilitasi Tuai Kontroversi
JAKARTA, KUCANTIK.COM- Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menuai pro dan kontra terkait kasus hukum yang tengah ia jalani.
Dalam sebuah kesempatan, aktor yang dikenal lewat berbagai sinetron dan film layar lebar itu secara terbuka menyebut dirinya sebagai “aset bangsa” yang merasa layak mendapatkan pengampunan serta rehabilitasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ammar saat menjawab pertanyaan mengenai alasan ia mengajukan permohonan rehabilitasi dan pengampunan kepada majelis hakim serta pemerintah.
Rekomendasi juga buat kamu:
Menurut Ammar, perjalanan panjangnya di dunia seni peran bukan sekadar soal popularitas, melainkan kontribusi nyata bagi industri hiburan nasional. Ia menilai karya-karya yang telah ia hasilkan selama bertahun-tahun turut mengharumkan nama Indonesia, bahkan hingga ke tingkat internasional.
Dalam pernyataannya, Ammar menegaskan bahwa rekam jejak tersebut seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat posisinya saat ini.
“Karena biar bagaimanapun, saya kan juga sudah banyak… bukan sayalah yang harus ngomong ya, tapi Ibuklah yang harus ngomong bagaimana saya mengharumkan Indonesia. Biar bagaimanapun saya kan warisan, aset (bangsa),” ujar Ammar.
Dukungan terhadap klaim Ammar datang dari pihak keluarga dan kuasa hukumnya, Jon Mathias. Mereka menarasikan bahwa Ammar bukan hanya seorang individu yang berhadapan dengan hukum, tetapi juga seorang seniman yang memiliki nilai strategis bagi bangsa.
Jon Mathias menyampaikan bahwa kliennya telah berkontribusi membawa karya seni Indonesia dikenal di luar negeri, sehingga pendekatan rehabilitasi dinilai lebih tepat dibandingkan hukuman semata.
Namun, pernyataan Ammar sebagai “aset bangsa” memicu perdebatan luas di ruang publik. Sebagian pihak menilai klaim tersebut terlalu berlebihan dan berpotensi mencederai rasa keadilan, karena hukum seharusnya berlaku sama bagi semua warga negara tanpa memandang status atau prestasi.
Di sisi lain, ada pula yang memahami konteks pernyataan Ammar sebagai bentuk pembelaan diri dan harapan akan pendekatan yang lebih manusiawi.
Kasus Ammar Zoni pun menjadi refleksi yang lebih luas tentang bagaimana negara memandang seniman yang tersandung masalah hukum. Apakah kontribusi di masa lalu dapat menjadi pertimbangan khusus, ataukah hukum harus tetap berdiri netral tanpa pengecualian?
Jawaban atas pertanyaan ini kini berada di tangan majelis hakim dan kebijakan negara, sementara publik terus menanti bagaimana akhir dari polemik yang melibatkan nama besar seorang aktor sekaligus kontroversi “aset bangsa” tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Merasa Warisan Negara, Ammar Zoni Nilai Dirinya Layak Dapat Rehabilitasi Tuai Kontroversi .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!