Inilah Sosok Karyna Shuliak, Dokter Cantik Mantan Kekasih Jeffrey Epstein yang Dijuluki 'Inspektur' 

Doc: The Sun

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Karyna Shuliak jarang terdengar di ruang publik, namun keberadaannya belakangan menjadi sorotan setelah dikaitkan sebagai mantan kekasih terakhir Jeffrey Epstein sebelum pria kontroversial itu meninggal dunia. 

Perempuan asal Belarus ini disebut memiliki peran emosional yang cukup besar dalam hari-hari terakhir hidup Epstein, sekaligus menjadi figur yang diliputi kisah rumit pascakematian sang miliarder.

Shuliak dilaporkan lahir dan besar di Belarus sebelum akhirnya hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 2009. Saat itu usianya sekitar 20 tahun. Kedatangannya ke Negeri Paman Sam bukan tanpa tujuan. 

Ia disebut melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran gigi, sebuah langkah yang kemudian diduga mendapat dukungan finansial langsung dari Epstein. Sumber-sumber terdekat menyebutkan bahwa Epstein membiayai studi Shuliak selama menempuh pendidikan tersebut.

Hubungan antara Epstein dan Shuliak diyakini mulai terjalin setelah Epstein bebas dari hukuman penjara pada 2010, terkait kasus penyediaan gadis di bawah umur untuk prostitusi. Sejak saat itu, Shuliak disebut menjadi salah satu orang terdekat Epstein, bahkan ketika banyak relasi lama mulai menjauh akibat skandal yang membelitnya. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa di masa-masa sulit tersebut, Shuliak tetap berada di sisinya.

Dijuluki Inspektur

Dalam lingkaran internal Epstein, Shuliak kabarnya memiliki julukan unik, yakni “inspektur”. Julukan itu muncul karena sikapnya yang dianggap sangat protektif dan penuh rasa ingin tahu terhadap kehidupan pribadi Epstein, terutama soal dengan siapa saja pria itu berkomunikasi atau menjalin relasi. Sikap tersebut membuatnya dikenal sebagai sosok yang selalu ingin mengetahui setiap detail aktivitas Epstein.

Nama Shuliak kembali mencuat ketika New York Times menerbitkan laporan mendalam pada November 2021 yang mengulas hari-hari terakhir Epstein. Dalam laporan tersebut, Shuliak disebut sebagai salah satu orang terakhir yang berkomunikasi dengannya sebelum ia ditemukan meninggal di sel penjara. 

Menariknya, meski Epstein sempat mengatakan kepada petugas bahwa ia menelepon ibunya, panggilan terakhir yang sebenarnya tidak tercatat secara resmi. Catatan terakhir justru menunjukkan komunikasi dengan Shuliak sekitar sepekan sebelumnya.

Pasca kematian Epstein, kondisi mental Shuliak disebut memburuk. Orang-orang terdekatnya mengungkapkan bahwa ia mengalami tekanan psikologis berat dan jatuh dalam depresi. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa ia dikabarkan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari sejumlah perwalian Epstein, membuat posisinya semakin kompleks dan rentan sorotan.

“Tidak ada seorang pun yang benar-benar mendampinginya di akhir hidup selain Karyna,” ujar seorang sumber kepada media Inggris. Bahkan, menurut sumber tersebut, banyak teman dekat Epstein yang sudah lebih dulu menjauh. Kisah Karyna Shuliak pun kini menjadi bagian dari potongan puzzle besar dalam narasi kelam kehidupan Jeffrey Epstein.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN