Kian Memanas! Ibu Tika Mega Lestari Tegaskan Tak Pernah Ada Restu Poligami untuk Pesulap Merah

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Keinginan keluarga mendiang Tika Mega Lestari untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan kembali mencuat setelah publik mengetahui fakta poligami yang dilakukan Marcel Radhival alias Pesulap Merah.

Polemik ini memantik reaksi keras dari pihak keluarga almarhumah, yang menilai tindakan tersebut dilakukan tanpa etika, empati, dan kejujuran.

Ibu Mendiang Tika Buka Suara

Ibu kandung mendiang Tika, Endang Triwahyuningsih, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia menegaskan bahwa sejak awal keluarga tidak pernah merestui rencana poligami tersebut.

Bahkan, menurut Endang, apabila sang menantu memang berniat menikah lagi, seharusnya persoalan rumah tangga diselesaikan secara baik-baik terlebih dahulu.

“Keinginan kami dari pihak keluarga sederhana. Kalau memang ingin menikah lagi, kembalikan Tika kepada keluarganya. Jangan sembarangan menjalani poligami,” ujar Endang.

Bantah Klaim Beri Restu

Endang juga dengan tegas membantah klaim Pesulap Merah yang menyebut telah meminta restu kepada Tika sebelum melakukan poligami. Ia menyebut pernyataan tersebut tidak sesuai kenyataan dan justru melukai perasaan keluarga yang masih berduka.

Menurutnya, selama putrinya masih hidup, tidak pernah ada pembicaraan terkait izin atau persetujuan untuk dimadu.

“Kalau dia bilang sudah minta restu, itu bohong. Tidak pernah ada restu dari anak saya,” tegas Endang. Ia menilai klaim tersebut seolah ingin membenarkan tindakan yang sejak awal tidak diterima oleh pihak keluarga.

Lebih lanjut, Endang menekankan bahwa secara naluriah, tidak ada perempuan yang rela melihat suaminya menikah lagi ketika masih berstatus sebagai istri sah. Ia menyebut anggapan bahwa seorang istri bisa dengan lapang dada memberikan izin poligami hanyalah pembenaran sepihak yang mengabaikan perasaan perempuan.

“Tidak ada perempuan yang mau dimadu. Apalagi masih berstatus istri sah,” ungkapnya dengan nada emosional. Pernyataan tersebut menegaskan posisi keluarga yang sejak awal menolak narasi restu yang disampaikan ke publik.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan semata soal status pernikahan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Endang mengaku kecewa karena sang menantu tetap mempertahankan ikatan pernikahan, namun dinilai tidak memperlakukan Tika sebagaimana mestinya.

Ia berharap publik bisa melihat persoalan ini secara utuh dan tidak hanya berpatokan pada satu versi cerita. Keluarga mendiang Tika ingin kebenaran disampaikan apa adanya, agar nama almarhumah tidak tercoreng oleh klaim yang dianggap tidak pernah terjadi.

Pernyataan keluarga ini menjadi penegasan bahwa di balik polemik poligami Pesulap Merah, tersimpan luka mendalam dan penyesalan yang hingga kini belum terobati.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN