Sempat Terdesak Finansial, Mariah Carey Hampir Lepas Semua Hak Lagu demi Rp78 Juta!

Ket. Mariah Carey

Doc: Tangkapan Layar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Mariah Carey kini identik dengan deretan lagu legendaris, rekor penjualan fantastis, serta pencapaian luar biasa di industri musik dunia.

Namun di balik gemerlap kesuksesan yang melekat pada sosok diva internasional tersebut, Mariah Carey ternyata pernah berada di titik terendah dalam hidupnya, bahkan nyaris kehilangan aset paling berharga yang ia miliki sebagai musisi.

Kisah kelam itu kembali dikenang Mariah Carey saat menghadiri acara Billboard Power 100 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat. Di hadapan para petinggi industri musik dunia, pelantun lagu Always Be My Baby itu secara terbuka menceritakan masa sulit di awal perjalanan kariernya, ketika karya-karyanya belum mendapat pengakuan luas dan situasi finansialnya berada dalam kondisi yang sangat terdesak.

Mariah Carey mengungkapkan bahwa pada masa tersebut, ia sempat berada di ambang keputusan besar yang bisa mengubah hidupnya selamanya. Demi bertahan, ia hampir melepas seluruh hak atas katalog lagu miliknya, sebuah aset yang kini bernilai fantastis.

Nilai yang ditawarkan kala itu pun terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan pencapaian Mariah Carey saat ini. Ia mengaku hampir menjual hak penerbitan lagu-lagunya dengan harga sekitar 5.000 dolar AS atau setara Rp 78 juta.

“Saat itu saya benar-benar berada di posisi sulit. Saya hampir menjual hak penerbitan lagu saya dengan harga yang sangat murah,” ungkap Mariah Carey.

Keputusan untuk bertahan dan tidak jadi menjual aset tersebut kemudian terbukti menjadi salah satu langkah paling menentukan dalam hidup dan kariernya. Setelah berhasil melewati masa-masa sulit itu, Mariah Carey justru melahirkan sederet karya hit yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu diva terbesar sepanjang masa dalam sejarah musik dunia.

Pengakuan tersebut disampaikan Mariah Carey saat ia memperkenalkan Jody Gerson, Chairman sekaligus CEO Universal Music Publishing Group (UMPG), yang pada malam itu dianugerahi gelar Executive of the Decade. Dalam kesempatan tersebut, Mariah menyampaikan refleksi pribadinya tentang pentingnya perlindungan terhadap hak cipta musisi.

“Saya sering berpikir, seandainya dulu ada sosok seperti Jody yang melindungi saya, situasi itu mungkin tak akan sejauh ini,” kata Mariah Carey, seperti dikutip dari Billboard, Minggu (1/2).

Kini, sebagai salah satu artis di bawah naungan UMPG, Mariah Carey mengaku merasa jauh lebih tenang karena karya-karyanya berada di tangan yang tepat. Di bawah kepemimpinan Jody Gerson, pendapatan penerbitan UMPG bahkan dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat.

Tak hanya dikenal sebagai pemimpin bisnis musik yang sukses, Jody Gerson juga disebut aktif memperjuangkan nilai sebuah karya musik serta terlibat dalam berbagai gerakan sosial, termasuk She Is the Music dan advokasi kesehatan mental melalui Project Healthy Minds.

Kisah Mariah Carey tersebut menjadi pengingat bahwa bahkan ikon terbesar sekalipun pernah menghadapi masa-masa paling rapuh dalam hidupnya, sebelum akhirnya mencapai puncak kejayaan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN