JAKARTA, KUCANTIK.COM - Zayn Malik mendadak kembali ramai diperbincangkan publik internasional setelah tercantum dalam sebuah dokumen yang berasal dari arsip mendiang Jeffrey Epstein. Kemunculan nama mantan personel One Direction ini sontak memicu spekulasi liar, mengingat Epstein identik dengan kasus kejahatan seksual dan jaringan elite global. Namun, fakta di balik dokumen tersebut ternyata jauh dari dugaan awal publik.
Dokumen yang dimaksud sama sekali bukan catatan kriminal, laporan investigasi, ataupun bukti keterlibatan Zayn Malik dalam aktivitas ilegal. Arsip tersebut justru berisi sebuah artikel lama yang dikirim pada Juli 2014, berisi daftar selebriti dunia yang memiliki pandangan pro Palestina dan dianggap anti Israel oleh pihak tertentu. Artikel itu disusun JNS News dan beredar di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Hamas pada tahun tersebut.
Fakta artikel ini sampai ke tangan Jeffrey Epstein menimbulkan tanda tanya besar. Banyak pihak mempertanyakan untuk apa dan dalam konteks apa Epstein menerima atau menyimpan dokumen tersebut, terutama karena isinya berupa pemetaan sikap politik figur publik dunia. Namun satu hal ditegaskan dalam dokumen itu, keberadaan nama-nama selebriti ini tidak menunjukkan keterlibatan kriminal apa pun.
Zayn Malik disebut dalam artikel tersebut saat ia masih berada di puncak popularitas bersama One Direction. Namanya masuk dalam daftar karena sikap terbukanya dalam mendukung Palestina. Pada 2014, Zayn sempat memposting tagar #FreePalestine di akun Twitter pribadinya, tepat di tengah konflik yang sedang memanas. Unggahan itu menuai perhatian besar dan menjadi salah satu alasan utama namanya dicantumkan.
Artikel tersebut bahkan membandingkan sikap Zayn dengan Rihanna. Jika Rihanna sempat mengunggah tagar serupa namun kemudian menghapusnya, Zayn Malik justru memilih mempertahankan unggahannya. Keputusan itu membuatnya menerima hampir 200 ribu retweet, sekaligus memicu kontroversi besar. Tak hanya kritik, Zayn juga dilaporkan menerima ancaman kematian, namun tetap tidak menarik dukungannya terhadap Palestina.
Selain Zayn Malik, dokumen itu juga memuat nama-nama besar lain dari dunia hiburan. Aktris senior Emma Thompson disebut karena secara terbuka menyerukan boikot terhadap pertunjukan Teater Habima Israel di Teater Globe, London. Sementara Penelope Cruz dan Javier Bardem masuk dalam daftar karena menandatangani surat terbuka yang mengecam Operasi Protective Edge Israel di Gaza, yang mereka sebut sebagai tindakan genosida.
Nama Stevie Wonder juga tercantum setelah ia memutuskan menarik diri dari acara gala Friends of the Israel Defense Forces pada 2012. Keputusan tersebut disebut mengikuti rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga kembali menegaskan bahwa konteks pencantuman nama-nama ini bersifat politis, bukan kriminal.
Dokumen tersebut bahkan secara eksplisit menekankan para selebriti ini hanya dicatat karena dianggap memiliki pandangan anti Israel dan dinilai membenarkan Hamas oleh organisasi yang menyusun artikel tersebut.
Ironisnya, Jeffrey Epstein sendiri dikenal sebagai pendukung kuat Israel. Sepanjang hidupnya, ia kerap terlihat mengenakan kaus Angkatan Pertahanan Israel dan memiliki hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, yang namanya disebut ribuan kali dalam berkas arsip Epstein.
Dengan demikian, kemunculan nama Zayn Malik dalam arsip Jeffrey Epstein bukanlah skandal tersembunyi, melainkan potongan lama dari konflik politik global yang kembali mencuat ke permukaan, dan sekali lagi menempatkan sikap politik selebriti di bawah sorotan tajam publik dunia.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Zayn Malik Terseret Arsip Jeffrey Epstein, Terkait Skandal Seks? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!