Jijik! Foto Baru Skandal Epstein Diduga Tampilkan Aksi Tak Senonoh Pangeran Andrew

Ket. Sosok yang diduga Andrew Mountbatten Windsor sedang merangkak di lantai dan mencondongkan tubuh ke arah seorang perempuan.

Doc: Reuters

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Skandal perdagangan seks Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia internasional. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Andrew Mountbatten Windsor, mantan pangeran Inggris, setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen baru yang berisi foto-foto mengejutkan. Rilis berkas ini langsung memicu gelombang kemarahan publik dan tekanan politik yang semakin besar terhadap Andrew.

Dalam dokumen yang dipublikasikan pada Jumat (30/1/2026), muncul sejumlah foto yang disebut-sebut memperlihatkan sosok yang diduga kuat sebagai Andrew sedang berinteraksi secara tidak pantas dengan seorang perempuan. Salah satu foto tanpa keterangan tanggal memperlihatkan Andrew berlutut di lantai, mencondongkan tubuh ke arah seorang perempuan yang terbaring di bawahnya. Ia bahkan tampak menatap langsung ke arah kamera.

Perempuan dalam foto tersebut masih mengenakan pakaian lengkap, namun wajahnya sengaja disamarkan demi perlindungan identitas. Foto lainnya memperlihatkan tangan Andrew diletakkan di bagian perut perempuan yang sama. Situasi dalam ruangan tersebut semakin memancing tanda tanya, lantaran di latar belakang terlihat kaki orang lain disandarkan ke atas meja dengan tumpukan handuk di atasnya.

Publik menilai foto-foto ini sebagai bukti yang sangat meresahkan, mengingat kedekatan Andrew dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual dan perdagangan manusia. Reputasi Andrew yang sebelumnya sudah tercoreng kini kembali berada di titik terendah, terlebih setelah ia kehilangan gelar kerajaan yang dicopot oleh kakaknya, Raja Charles III.

Tak hanya memicu kemarahan publik, dokumen ini juga memunculkan tekanan politik baru. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara terbuka meminta Andrew untuk bersedia memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat terkait hubungannya dengan Epstein.

“Korban Epstein harus menjadi prioritas utama,” tegas Starmer kepada awak media saat kunjungannya ke Jepang, Sabtu (31/1/2026).

Pernyataan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah Inggris dalam menanggapi kasus yang terus berkembang dan menimbulkan luka mendalam bagi para korban.

Selain foto, dokumen tersebut juga memuat pertukaran email antara Epstein dan Andrew pada Agustus 2010. Dalam percakapan itu, Epstein mengundang Andrew untuk makan malam bersama seorang “teman” di London. Andrew membalas undangan tersebut dengan antusias dan meminta detail kontak perempuan tersebut.

Epstein kemudian menggambarkan perempuan itu sebagai wanita asal Rusia berusia 26 tahun yang “cerdas, menarik, dan dapat dipercaya.” Ia juga mengonfirmasi menerima alamat email Andrew, yang dikenal sebagai ayah dari Putri Beatrice dan Putri Eugenie. Yang membuat publik semakin geram, email ini dikirim dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan meminta layanan seksual dari anak di bawah umur.

Rilis dokumen ini kembali membuka luka lama dan menimbulkan pertanyaan besar, sejauh mana keterlibatan Andrew dalam jaringan Epstein?

Publik kini menanti langkah hukum berikutnya dan menuntut keadilan bagi para korban yang selama ini terbungkam.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN