Diet Bone Broth, Benarkah Cara Ampuh Turunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan ini, diet bone broth atau diet berbasis kaldu tulang tengah menjadi perbincangan hangat. Banyak yang mengklaim metode ini mampu menurunkan berat badan secara cepat sekaligus membantu membakar lemak tubuh. Namun, apakah klaim tersebut benar-benar terbukti secara ilmiah, atau sekadar tren diet yang sedang naik daun?
Menurut Dani Rancourt, RD, pendiri Pivot Nutrition Coaching, diet bone broth memiliki beberapa versi. Salah satu yang paling populer adalah program diet rendah karbohidrat selama 21 hari yang diperkenalkan dokter naturopati Kellyann Petrucci. Program ini menggabungkan tiga elemen utama, intermittent fasting, konsumsi bone broth, serta makanan bersifat anti-inflamasi.
Pola makannya terbagi menjadi dua jenis hari, yaitu hari puasa dan hari non puasa. Dalam seminggu, dua hari dialokasikan sebagai hari puasa, yang tidak dilakukan secara berurutan. Selama hari puasa, dianjurkan hanya mengonsumsi lima hingga enam porsi bone broth per hari, masing-masing sekitar 240 ml.
Sementara lima hari sisanya mengikuti pola makan anti inflamasi dengan jendela makan delapan jam, fokus pada protein rendah lemak, sayuran, dan lemak sehat. Makanan dianjurkan dikonsumsi maksimal pukul 19.00.
Apa itu Bone Broth?
Bone broth adalah kaldu bening yang dibuat dari tulang ayam atau sapi yang direbus perlahan selama 6–24 jam. Proses ini memungkinkan jaringan ikat dan sumsum tulang melepaskan nutrisi, menghasilkan kaldu kaya kolagen, mineral, dan asam amino. Menurut Rebecca Russell, RD, nutrisi ini dapat mendukung kesehatan sendi, elastisitas kulit, serta memperkuat sistem pencernaan.
Makanan yang Dianjurkan dan Dibatasi
Pada hari puasa, konsumsi dibatasi pada bone broth, air, teh herbal, dan kopi hitam. Sementara hari non puasa, pola makan terdiri dari protein hewani berkualitas seperti ayam, sapi, dan ikan, sayuran non-pati (brokoli, bayam, asparagus, jamur), serta lemak sehat dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun.
Sayuran bertepung seperti wortel, labu, dan ubi masih boleh dikonsumsi terbatas. Buah, susu nabati, dan pemanis alami juga diperbolehkan secukupnya.
Apakah Diet Ini Efektif Menurunkan Berat Badan?
Menurut Allison Bray, RDN, pembatasan kalori menjadi faktor utama penurunan berat badan yang terjadi. Bone broth rendah kalori (40–50 per 240 ml) dan kaya protein (8–10 gram) dapat membuat perut kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan.
Namun, pakar menekankan penurunan berat badan cenderung sementara, karena setelah diet berakhir, keinginan makan kembali bisa menyebabkan berat naik lagi. Risiko siklus diet yo-yo juga patut diwaspadai, karena bisa memengaruhi metabolisme dan kesehatan usus.
Manfaat Bone Broth untuk Kesehatan
Meski efektivitasnya untuk menurunkan berat badan masih diperdebatkan, mengonsumsi bone broth tetap bermanfaat. Kandungan kolagen dan asam amino membantu memperbaiki lapisan usus, menjaga sendi, meningkatkan elastisitas kulit, dan mendukung hidrasi. Pola makan berbasis makanan utuh juga dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan kanker.
Jadi Cantiks, diet bone broth bisa menjadi strategi penurunan berat badan sementara, tapi manfaat jangka panjangnya lebih pada kesehatan pencernaan, sendi, dan kulit. Konsumsi kaldu tulang sebagai bagian dari pola makan seimbang tetap aman, tapi jangan mengandalkannya sebagai metode ajaib untuk memangkas lemak tubuh secara drastis.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Diet Bone Broth, Benarkah Cara Ampuh Turunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!