Efeknya Tak Main-Main, Ini 4 Dampak Mengerikan Whip Pink terhadap Otak dan Jantung

Minggu, 01 Feb 2026, 06:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyalahgunaan gas nitrous oxide atau N2O yang dikaitkan dengan Ship Pink masih menjadi sorotan masyarakat. Produk tersebut disebut kerap digunakan di luar peruntukannya dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Gas N2O sejatinya digunakan dalam dunia medis dengan pengawasan ketat. Namun, penggunaan tanpa pengawasan dinilai dapat menimbulkan risiko serius bagi tubuh.

Ket. Foto: Whip Pink — Sumber: Tangkapan Layar

Ahli kesehatan sekaligus mantan konsultan United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) Asia Pasifik, Dicky Budiman, turut menanggapi fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa status legal tidak menjamin keamanan jika digunakan secara sembarangan.

“Dan kelirunya, aman di fasilitas medis tidak berarti aman jika disalahgunakan tanpa pengawasan. Jadi, aspek legal bukan berarti tanda aman,” ucap Dicky dalam laporan detikcom.

Dicky menjelaskan ada sedikitnya empat dampak berbahaya yang bisa terjadi akibat penyalahgunaan N2O. Dampak tersebut dapat muncul secara cepat maupun tertunda.

Kekurangan Oksigen

Saat N2O dihirup, oksigen di paru-paru dapat tergantikan dengan cepat. Kondisi ini berisiko membuat otak dan jantung kekurangan oksigen.

“Dampaknya pingsan mendadak, henti napas, henti jantung, hingga kematian tiba-tiba, bahkan pada orang muda dan sehat,” ucap Dicky.

Irama Jantung Terganggu

Penyalahgunaan N2O juga dapat mengganggu irama jantung. Gas ini memengaruhi sinyal listrik jantung dan memicu aritmia berbahaya.

“Inilah sebabnya ada kasus kematian mendadak tanpa gejala panjang,” lanjutnya.

Terjadi Kerusakan Saraf

N2O dapat menonaktifkan vitamin B12 yang penting bagi sistem saraf. Kondisi ini berisiko merusak selubung saraf secara permanen.

Pengguna dapat mengalami kesemutan, gangguan berjalan, hingga kelumpuhan. “Ini sering muncul biasanya beberapa hari atau minggu kemudian, sehingga dampaknya terlambat disadari,” tutur Dicky.

Risiko Lainnya

Risiko lain meliputi pusing, kehilangan keseimbangan, cedera jatuh, hingga radang paru akut jika dihirup langsung dari tabung. Penggunaan berulang atau dosis tinggi juga berisiko menyebabkan kematian.

Dicky menyoroti N2O yang masih dijual bebas dan tidak terdeteksi tes narkoba standar. “Karena dijual bebas sebagai produk rumah tangga misalnya, tidak terdeteksi juga oleh tes narkoba standar, juga tidak berbau menyengat. Ini yang menjadikan N2O menjadi ancaman kesehatan publik yang sunyi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa efek rileks N2O hanya berlangsung singkat, namun dampaknya dapat berkepanjangan. “Dalam 1-2 hari atau minggu, ini bisa beberapa minggu kemudian bisa muncul. Dan risiko kerusakan sarafnya itu bisa seumur hidup,” katanya.

Dicky mengimbau masyarakat yang pernah menggunakan N2O untuk segera memeriksakan kesehatan. “Jadi, meskipun sudah pernah memakai, lebih baik periksakan kesehatan ke dokter supaya memastikan peluang pulih atau tidak mengalami risiko yang bisa terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa N2O bukan narkoba jalanan, tetapi tetap berbahaya jika disalahgunakan. “N2O itu bukan narkoba jalanan, tapi bila disalahgunakan risikonya nyata, dari kerusakan saraf permanen, otak, jantung, hingga kematian mendadak akibat kekurangan oksigen,” tutup Dicky.

  • Efek Whip Pink Pada Tubuh
  • Dampak Whip Pink Terhadap Otak dan Jantung

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.