Tak Hanya Nyaris Dibuang, Pihak Denada Disebut Acungkan Pistol Saat Serahkan Ressa Rosano Untuk Diasuh

Doc: Kolase foto Youtube dan Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah masa lalu Ressa Rosano kembali menyita perhatian publik setelah muncul pengakuan mengejutkan dari pihak keluarga dan kuasa hukum. Dalam pengakuan tersebut, terungkap bahwa proses penyerahan Ressa untuk diasuh ke Banyuwangi bukanlah perjalanan yang sederhana. Bahkan, ada dugaan ancaman senjata api yang terjadi di tengah situasi penuh tekanan dan ketakutan.

Ronald, kuasa hukum Ressa, menjelaskan bahwa pada masa itu kondisi sangat genting. Ressa yang masih bayi disebut sempat ditawarkan kepada sejumlah orang, namun tidak satu pun bersedia menerima.

Hal itu diungkap saat menjadi bintang tamu di podcast milik Denny Sumargo. “Maunya, Ressa ditawarkan kepada sejumlah orang, namun tetap tak ada yang mau menerima,” ungkap Ronald, dikutip Selasa (27/01).

Situasi ini memperkuat dugaan bahwa ada skenario lebih buruk yang tengah disiapkan.

Ronald secara terbuka menyebut adanya indikasi rencana pembuangan terhadap Ressa. “Saat itu, ya mohon maaf saya tidak bermaksud, ada indikasi bahwa mau membuang dia,” katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa nasib Ressa berada di titik paling rawan dalam hidupnya, bahkan sebelum ia sempat mengenal dunia.

Ungkap Pengancaman

Di tengah kondisi tersebut, muncul sosok Ratih, yang juga adik ipar Emilia Contessa, yang akhirnya bersedia mengasuh Ressa. Namun keputusan membawa Ressa keluar dari lingkaran keluarga ternyata tidak berjalan mulus.

Ronald mengungkap bahwa istrinya yang saat itu masih duduk di bangku SMA dan merupakan anak dari Ratih, tidak tega melihat bayi itu terlantar. “Namanya keluarga, gak tega lah istri saya ini sudah mau bawa Ressa, sampai akhirnya diancam pakai pistol itu,” ujar Ronald.

Pernyataan tersebut sontak memicu keheningan. Saat Densu menanyakan siapa pihak yang melakukan ancaman, Ronald dan Ratih menjawab serempak, “Suaminya Mbak Emil.” Sosok yang dimaksud diyakini sebagai pihak yang ingin memastikan persoalan tersebut tidak mencuat ke publik.

“Mungkin supaya gak ter-blow up, biar gak chaos. Karena awalnya sudah ditawar-tawarkan. Istri saya saat itu masih SMA,” tambah Ronald.

Pada akhirnya, Ressa secara resmi ditawarkan kepada Ratih oleh Emilia Contessa. Sejak saat itu, Ressa dibesarkan di Banyuwangi tanpa keterlibatan pihak Denada maupun keluarga besarnya. Ratih menegaskan bahwa selama puluhan tahun, tidak pernah ada bentuk tanggung jawab atau komunikasi.

“Tidak pernah dibiayai dari jauh, tidak ada komunikasi selama 24 tahun. Tante gimana kek, kabar Ressa gimana kek, WA kek. Gak ada,” ucap Ratih dengan nada getir.

Pengakuan ini membuka tabir panjang perjalanan hidup Ressa Rosano yang penuh luka sejak awal kelahirannya. Di balik nama besar dan sorotan publik, tersimpan kisah tentang ancaman, ketakutan, dan keputusan-keputusan pahit yang akhirnya membentuk jalan hidup seorang anak yang tumbuh tanpa pengakuan selama lebih dari dua dekade.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN