Seungri Konon Manfaatkan Nama Besar BIGBANG Untuk Bangun Burning Sun 2 di Kamboja

Doc: Instagram/@seungriseyo_official

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Seungri, mantan personel BIGBANG, kembali menjadi bahan perbincangan setelah muncul laporan investigasi terbaru yang menuding dirinya memanfaatkan popularitas masa lalu untuk merintis bisnis kontroversial di Asia Tenggara.

Dalam laporan yang beredar sejak Januari 2025, Seungri diduga tengah menjajaki pendirian jaringan hiburan malam di Kamboja yang dinilai memiliki kemiripan dengan skandal Burning Sun yang pernah mengguncang Korea Selatan.

Laporan tersebut disampaikan oleh jurnalis investigasi Oh Hyuk Jin, yang menyoroti aktivitas Seungri pasca menjalani hukuman penjara pada 2022. Sebelumnya, Seungri divonis bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk keterlibatan dalam praktik ajakan prostitusi dan pelanggaran hukum lainnya. Meski telah bebas, langkah-langkah yang diambilnya kini kembali memicu tanda tanya besar di kalangan publik.

Menurut Oh Hyuk Jin, Seungri diduga masih memanfaatkan statusnya sebagai mantan idola K-pop papan atas untuk membangun kepercayaan di lingkungan bisnis tertentu. Nama besar BIGBANG disebut menjadi “modal sosial” yang digunakan Seungri dalam menjalin relasi dengan pihak-pihak yang memiliki latar belakang bermasalah.

Ia dituding menjalin kerja sama dengan jaringan kriminal kelas atas yang berkaitan dengan pencucian uang serta kejahatan digital, termasuk penipuan daring lintas negara.

Kecurigaan semakin menguat setelah beredarnya rekaman dan foto yang menunjukkan keberadaan Seungri di sebuah lokasi di Kamboja bernama “Prince Brewing”. Tempat tersebut menarik perhatian karena disebut memiliki kesamaan identitas merek dengan sebuah kompleks yang sebelumnya dikaitkan dengan aktivitas kriminal terorganisasi. Kompleks itu sendiri dikabarkan berhubungan dengan Chen Zhi, seorang figur berpengaruh yang baru-baru ini ditangkap aparat penegak hukum.

Meski belum ada bukti hukum yang mengikat, para penyelidik menduga kunjungan Seungri ke lokasi tersebut bukan sekadar aktivitas sosial. Mereka menilai adanya kemungkinan penjajakan bisnis, mengingat pola pertemuan, latar belakang orang-orang yang terlibat, serta riwayat kasus yang pernah menjerat Seungri di masa lalu.

Di sisi lain, penggunaan nama BIGBANG oleh Seungri dalam berbagai kesempatan juga menuai kritik tajam. Publik menilai langkah tersebut sebagai upaya membangun legitimasi bisnis dengan menumpang ketenaran grup yang telah membesarkan namanya, meski ia sudah lama tidak lagi menjadi bagian dari BIGBANG.

Reaksi negatif ini semakin kuat karena bayang-bayang skandal Burning Sun masih melekat erat di ingatan masyarakat.

Laporan investigasi itu juga menyebut Seungri kerap melakukan perjalanan bolak-balik antara Thailand dan Kamboja. Mobilitas tinggi tersebut dinilai sebagai indikasi bahwa ia aktif mengeksplorasi peluang usaha baru, termasuk yang diduga berada di wilayah abu-abu hukum.

Hingga kini, Seungri belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tudingan tersebut. Aparat berwenang juga belum mengonfirmasi apakah laporan investigasi ini akan berlanjut ke proses hukum. Meski demikian, kemunculan isu ini kembali menegaskan bahwa masa lalu Seungri masih menjadi beban besar yang sulit dilepaskan dari setiap langkahnya ke depan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN