Disebut Gayanya Berlebihan di Broken Strings, Reaksi Eza Gionino Dinilai Beda dari Roby Tremonti

Ket. Eza Gionino

Doc: Instagram/ezagio

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Eza Gionino tengah menjadi perbincangan publik setelah dirinya dikaitkan dengan tokoh Zane dalam buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Dugaan tersebut mencuat karena sejumlah detail karakter Zane dinilai memiliki kemiripan kuat dengan sosok Eza, mulai dari karakter suara hingga gestur fisik yang digambarkan dalam buku.

Dalam buku tersebut, Zane digambarkan memiliki suara berat serta kebiasaan menggerakkan alis naik dan turun saat berbicara, ciri yang oleh pembaca dianggap identik dengan Eza Gionino. Kemiripan itu kemudian memicu spekulasi luas di media sosial hingga menyeret nama Eza ke dalam diskusi publik.

Tak hanya soal fisik, Aurelie juga menyinggung masa lalu Zane yang disebut pernah terlibat dalam kasus kekerasan terhadap pacarnya. Narasi tersebut semakin menguatkan dugaan publik karena dianggap selaras dengan kasus kekerasan yang pernah menjerat Eza Gionino di masa lalu.

Menanggapi isu yang berkembang, Eza akhirnya buka suara melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa keberatan apabila pembaca buku Broken Strings menganggap dirinya sebagai salah satu tokoh yang diceritakan.

"Gue tahu sekarang ada isu yang rame banget, ada seseorang bikin novel tentang kehidupan dia dan ada satu karakter atau seseorang yang disebut sama dia dan kalian berpikir itu semua gua, it's okay nggak apa-apa," ungkap Eza dalam unggahan TikTok pribadinya yang dilihat pada Rabu (21/1). Pernyataan tersebut disampaikan Eza dengan nada tenang dan tanpa menunjukkan kemarahan terhadap isu yang beredar.

Eza menegaskan bahwa dirinya memilih bersikap santai selama anggapan tersebut membawa kebahagiaan bagi orang lain. "Selama hal itu bisa membuat kalian bahagia di luar sana, it's okay nggak apa-apa, walaupun dibilang berlebihan, it's okay nggak apa-apa," lanjutnya.

Lebih lanjut, Eza menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menuntut Aurelie Moeremans terkait isi buku tersebut. Ia justru menyampaikan doa agar Aurelie selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangganya.

"Gue harapin semua ini cepat selesai, cepat berlalu, kamu di sana juga sudah menikah dan semoga sehat dan baik-baik aja bersama suami di sana," doa Eza. Pernyataan tersebut menunjukkan sikap Eza yang memilih jalan damai di tengah sorotan publik.

Sebagai informasi, buku Broken Strings merupakan memoar kehidupan Aurelie Moeremans yang mengisahkan pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming. Dalam buku itu, Aurelie menuliskan secara lugas berbagai bentuk kekerasan dan manipulasi yang dialaminya selama menjalin hubungan asmara.

Aurelie juga mengungkap sosok bernama Bobby yang disebut sebagai pelaku kekerasan dalam kisah tersebut. Tokoh Bobby diduga kuat merujuk pada Robby Tremonti, meskipun tidak disebutkan secara gamblang dalam buku itu.

Terbitnya Broken Strings memicu diskusi luas mengenai trauma, kekerasan dalam hubungan, serta keberanian korban untuk bersuara. Sementara itu, sikap Eza Gionino yang memilih untuk tidak memperpanjang polemik menjadi perhatian tersendiri di tengah ramainya perbincangan publik.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN