Ramai Soal Child Grooming, Jessica Iskandar Ungkap Jadi Korban Pelecehan Teman Ayah saat TK

Ket. Jessica Iskandar

Doc: Instagram/inijedar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Artis Jessica Iskandar atau Jedar mengejutkan publik dengan mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh pria yang jauh lebih tua darinya.

Cerita ini diungkap setelah ia terinspirasi keberanian buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans untuk bersuara demi memberikan pelajaran bagi masyarakat luas.

Trauma ini bermula dari teman ayahnya yang sering berkunjung ke rumah saat Jedar masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

"Kalau masa kelam saat kecil, aku pernah waktu masih TK. Jadi papa aku itu punya teman yang selalu datang ke rumah," kenang Jedar.

Pria tersebut sering memberikan perhatian fisik yang awalnya dianggap wajar oleh orang tua Jedar sebagai bentuk rasa sayang pada anak.

"Dan entah kenapa dia tuh selalu gemas banget ngelihat aku, ‘Lucu banget, sini pangku sama om,’" cerita Jedar dalam sebuah talkshow televisi.

Tindakan pria itu semakin berani hingga sering menciumi pipinya setiap kali mereka bertemu di rumah kediaman keluarga sang artis tersebut.

"Terus udah gitu dia tuh sering banget ciumin pipi aku kalau ketemu. Mungkin orangtua aku ngelihatnya mungkin sayang anak gitu, gemas," lanjutnya.

Puncak kejadian memuakkan itu terjadi ketika pria dewasa tersebut berani masuk ke dalam kamar pribadi Jedar yang saat itu masih sangat belia.

"Tiba-tiba dia datang ke kamar aku, dia lihat kamar aku. Tiba-tiba cium pipi aku, habis itu tiba-tiba dia cium mulut aku," ungkapnya.

Jedar kecil merasa sangat terpukul dan ketakutan atas tindakan asusila yang dilakukan oleh teman dekat ayahnya tersebut di dalam kamarnya sendiri.

"Itu aku langsung syok, aku masih kecil, mulut aku tiba-tiba dilumat-lumat. Itu rasanya aku langsung nangis," kisah Jedar dengan nada penuh kesedihan.

Sayangnya, saat mencoba mencari perlindungan, Jedar justru tidak mendapatkan pembelaan yang diharapkan dari kedua orang tua yang seharusnya menjadi pelindungnya.

"Terus aku cerita sama mama, tapi sayangnya mungkin orangtua aku terlalu positive thinking, Jadi mama papa aku tuh enggak percaya," ungkap Jedar kecewa.

Orang tuanya justru meragukan laporan tersebut karena merasa tidak mungkin teman mereka melakukan perbuatan bejat terhadap anak kecil di bawah umur.

"'Enggak mungkin,' katanya," ucap Jedar menirukan penolakan orang tuanya yang membuatnya merasa terisolasi dan semakin terluka atas kejadian yang menimpanya.

Hingga kini, rasa tidak dipercaya oleh keluarga sendiri menjadi luka batin yang membekas kuat di dalam ingatan Jedar hingga ia dewasa sekarang.

"Jadi aku di situ tuh ada sedikit perasaan aku enggak dipercaya padahal itu terjadi sama aku dan itu menyakitkan aku banget," pungkasnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN