Manohara Bongkar Dugaan Akun Palsu yang Menyerangnya, Disebut Milik Sang Ibu

Ket. Manohara

Doc: Instagram/manodelia

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Manohara Odelia Pinot hingga kini masih kerap disangkut-pautkan dengan Pangeran Kelantan, sosok yang pernah menikah dengannya dalam peristiwa yang sempat menghebohkan publik pada masanya. Meski telah berlalu bertahun-tahun, kisah tersebut masih melekat pada nama Manohara.

Setelah lama memilih diam, Manohara akhirnya angkat bicara dan menyampaikan perasaannya terkait penyebutan dirinya sebagai mantan istri Pangeran Kelantan. Ia mengaku tidak nyaman dengan label tersebut karena menurutnya tidak mencerminkan kenyataan yang ia alami.

Manohara menegaskan bahwa dirinya adalah korban kekerasan seksual yang terjadi ketika ia masih berusia sangat muda. Oleh karena itu, ia menilai pernikahan tersebut tidak terjadi atas dasar persetujuan atau kehendak bebas dirinya.

Selain itu, Manohara merasa istilah mantan istri atau mantan pasangan justru mengaburkan posisi dirinya sebagai korban. Ia menilai penyematan label tersebut tidak akurat dan berpotensi menyesatkan pemahaman publik.

“Saya berumur 15 tahun. Pria yang terlibat berusia sekitar 30-an. Tidak ada kencan, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan,” tulis Manohara melalui akun Instagram pribadinya yang dilihat pada Minggu (18/1).

Ia menambahkan bahwa pengalaman yang dialaminya merupakan sebuah paksaan. “Apa yang terjadi memang terpaksa. Menyebut korban sebagai 'mantan pasangan' atau 'mantan suami/istri' dari orang yang menyakitinya tidak membuat situasi menjadi lebih sopan atau dapat diterima secara budaya. Justru hal itu membuatnya tidak akurat. Lebih buruk lagi, hal itu mengalihkan fokus dari kerugian yang ditimbulkan kepada anak,” bebernya.

Unggahan tersebut sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak komentar bermunculan, baik yang memberikan dukungan maupun yang mempertanyakan sikap Manohara membuka kembali masa lalunya.

Namun di antara komentar tersebut, Manohara mengaku curiga terhadap sebuah akun yang ia duga kuat dimiliki oleh sang ibunda. Akun dengan nama pengguna aisvah nadawi menuliskan komentar yang meminta Manohara berdamai dengan masa lalu.

“Sudahlah. Itu bagian dari sejarah kehidupan. Kalau kamu tidak mengalami kejadian itu kamu tidak bisa seperti sekarang ini. Tak ada yang mengenalimu. Luka lama harus dikubur dan mulai hidup baru. In pasti @thekristianhansen yang provokasi karena mustahil seorang Mano melakukan ini sekarang,” tulis akun tersebut.

Akun yang sama juga menuliskan komentar lanjutan. “Seharusnya dari dulu dia melakukannya. Yang buat narasi in pasti Kristian. Apa yang kamu lakukan sekarang termasuk menyerang ibumu adalah yang biasa dilakukan di dunia barat. Orang Indonesia tidak munakir dilakukan orang Indonesia. Past ibumu menyesal menikahkanmu diusia muda tapi maksud dia saat itu adalah untuk kebahagiaanmu. Tapi kamu ternyata tidak secerdas @ramadhaniabakrie yang menikah muda dan berhasil bahagia,” bebernya.

Manohara kemudian menyatakan keyakinannya bahwa komentar tersebut ditulis oleh sang ibu, Daisy Fajarina, menggunakan akun palsu. Ia mengungkapkan hal tersebut melalui Instagram Stories.

“Komentar tersebut ditulis oleh ibu saya menggunakan akun palsu. Saya ingin kalian melihat interaksi ini apa adanya: sebuah contoh bagaimana manipulasi bekerja ketika berhadapan dengan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik, dan mengapa tetap berhubungan dengan orang seperti ini tidak mungkin,” terangnya.

Ia juga mengungkap dugaan eksploitasi yang dialaminya di masa lalu. “Mengenai bukti ‘dijual’, buktinya banyak. Saya dijual demi keuntungan materi, sebuah apartemen di SCBD dan sebuah mobil, Staf apartemen tersebut menyaksikan ibu saya memukuli saya di lobi karena saya menolak naik ke unit untuk menemui pria yang telah abuse saya. Ini hanyalah satu contoh. Masih banyak lagi,” beber Manohara.

Manohara menegaskan bahwa apa yang dialaminya merupakan bentuk kekerasan dan manipulasi yang nyata, bukan sekadar konflik keluarga biasa. Ia menyebut bahwa memutus hubungan dengan pihak yang melukai dirinya adalah langkah yang tidak terhindarkan.

“Saya membagikan ini agar kalian bisa melihat tipe orang yang sedang kita hadapi. Ini bukan dilebih-lebihkan, dan ini bukan lelucon. Perilaku seperti ini nyata, sangat merusak, dan berbahaya,” tegasnya.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN